TMMD di Kapanewon Berbah Sasar Pembangunan Jalan dan Perkuat Nasionalisme
- 17 Jul 2026 13:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III di Sleman resmi digulirkan di Kapanewon Berbah, Rabu, 15 Juli 2026. Nantinya, program TMMD ini akan dilaksanakan selama 30 hari hingga 13 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya program TMMD menyasar pembangunan corblok jalan sepanjang 128 meter dan pembuatan dinding talud penguat sepanjang 179 meter di Dusun Sribit. Lalu, pembangunan jalan corblok sepanjang 200 meter yang terintegrasi dengan dinding talud sepanjang 200 meter di Dusun Gamelan. Di samping itu, ada pula akselerasi konektivitas jalan desa di Dusun Karangsari melalui pembangunan corblok jalan sepanjang 180 meter serta pembuatan konstruksi gorong-gorong bervolume 3x3 meter.
Pembangunan serupa dilaksanakan di Dusun Jetak dengan target corblok jalan sepanjang 150 meter dan talud penahan sepanjang 95 meter. Selain infrastruktur jalan, program fisik ini menyentuh aspek papan melalui peningkatan kualitas hunian berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi dua unit rumah warga yang membutuhkan.
Penerapan program TMMD kali ini berbasis pada perpaduan kekuatan yang solid antara TNI dan masyarakat. Guna menyukseskan agenda tersebut, sebanyak 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI diterjunkan penuh untuk bergotong royong setiap harinya bersama rata-rata 20 orang warga setempat.
Selain fisik, TMMD Sengkuyung Tahap III ini juga mengarah pada pemberdayaan masyarakat. Diantaranya meliputi penguatan jiwa nasionalisme melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas untuk menjaga kondusivitas wilayah, hingga penyuluhan pencegahan stunting dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan TMMD merupakan kolaborasi sinergis guna mempercepat akselerasi pembangunan kalurahan. Melalui kegiatan ini, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga berupaya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang telah lama menjadi jati diri masyarakat Sleman.
“Kerja sama padat karya ini ditopang oleh dukungan dana terintegrasi dari APBD DIY, APBD Kabupaten Sleman, serta nilai swadaya murni dari masyarakat Sendangtirto berupa logistik dan tenaga,” kata Harda.
Dia berharap, program TMMKD ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, terutama dalam menjaga dan merawat hasil-hasil pembangunan pasca-kegiatan selesai. Dia meyakini TMMD dapat mendorong terwujudnya kalurahan mandiri yang memiliki ketahanan pangan kuat, aksesibilitas yang baik, serta lingkungan hidup yang sehat demi mewujudkan Sleman yang sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....