Wacana Regrouping Sekolah Minim Peminat di Bantul Masih Menunggu Kajian
- 15 Jul 2026 08:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul belum bisa memastikan rencana penggabungan atau regrouping sekolah yang mengalami krisis siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Hingga kini, Disdikpora masih melakukan kajian mendalam terkait hal tersebut.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyatakan, kebijakan tersebut membutuhkan kajian mendalam karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Menurutnya, penggabungan sekolah tidak hanya sekadar efektif dan efisien, melainkan perlu memperhitungkan potensi adanya anak usia sekolah di wilayah tersebut.
“Untuk wacana itu (regrouping) masih dalam kajian yang melibatkan berbagai pihak. Karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Memang harus ada kajian yang cermat,” ucapnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pemetaan kondisi riil di masing-masing sekolah dan lingkungan sekitarnya. Sehingga, kebijakan tersebut masih belum bisa dipastikan kapan akan diberlakukan.
“Kami masih memetakan kondisi sekolah dan lingkungannya. Jadi keputusan untuk regrouping masih belum ada,” ujarnya.
Nugroho menyebut, terdapat sebanyak 12 SD dan 10 SMP di Kabupaten Bantul yang kekurangan murid baru dengan jumlah yang cukup signifikan. Data tersebut pun masih bersifat sementara karena sekolah swasta juga masih membuka penerimaan murid baru.
“Jadi sekolah SD baik negeri maupun swasta, itu yang mendapatkan antara nol hingga lima siswa ada sebanyak 12 sekolah. Sementara untuk SMP swasta yang memperoleh nol sampai lima murid saja itu ada 10 sekolah. Untuk sementara angkanya itu,” katanya.
Terkait penyebab penurunan jumlah peserta didik baru, Nugroho menilai bahwa hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tidak adanya anak usia sekolah hingga potensi memilih sekolah di luar Bantul menjadi beberapa penyebab yang perlu diteliti lebih lanjut.
“Paling tidak nanti harus koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tentang jumlah anak usia sekolah. Termasuk juga apakah anak-anak ini justru sekolah di luar Bantul atau bahkan masuk pondok pesantren,” ucapnya menambahkan.
Meski begitu, ia menyebut bahwa tren penurunan jumlah murid baru sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Disdikpora Bantul pun tengah melakukan kajian untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut.
“Memang secara umum dari tahun ke tahun siswanya semakin sedikit, trennya seperti itu. Nanti akan kami kaji lebih teliti tentang penyebab sebenarnya, dan langkah-langkah selanjutnya harus seperti apa,” ujar Nugroho.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....