GoodTalk Off Air, Ruang Diskusi Masa Depan Pariwisata Yogyakarta

  • 09 Jul 2026 18:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Good News From Indonesia (GNFI) kembali menggelar GoodTalk Off Air GNFI Yogyakarta bertema Turisme dan Kebudayaan: Menerka Masa Depan Pariwisata Yogyakarta di Grand Hotel De Jogja, Kamis 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan instansi, komunitas, akademisi, pelaku pariwisata, dan masyarakat untuk membahas arah pengembangan pariwisata Yogyakarta di masa depan.

Ketua Penyelenggara, Pierre Rainer, mengatakan tema tersebut dipilih karena pariwisata merupakan salah satu identitas utama Yogyakarta. Menurutnya, pembahasan mengenai pariwisata tidak hanya perlu dilihat dari sudut pandang wisatawan, tetapi juga dari perspektif masyarakat lokal sebagai tuan rumah.

“Bagaimana kedua belah pihak memandang kepariwisataan Yogyakarta, itu yang menurut kami menarik untuk didiskusikan bersama dalam GoodTalk kali ini,” ujarnya.saat ditemui disela kegiatan.

Dalam forum tersebut, GNFI menghadirkan dua narasumber, yakni Ade Saputra selaku Vice President Corporate Planning & Strategic Delivery Unit PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) dan budayawan Paksi Raras Alit. Keduanya diharapkan dapat menghadirkan perspektif yang seimbang antara industri pariwisata dan pelestarian budaya.

Pierre berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi juga memperluas jejaring antarpeserta sehingga mampu memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata Yogyakarta.

“Kami berharap dari sisi peserta dapat mendapatkan insight, mendapatkan kawan baru, networking, dan itu bisa menjadi jejaring Good News From Indonesia dan juga seluruh pihak yang hadir di tempat ini,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Ocha, menilai diskusi semacam ini sangat relevan di tengah perkembangan sektor pariwisata yang semakin pesat, terutama setelah pandemi Covid-19.

“Kita butuh banget acara seperti ini. Kemudian juga harapannya ke depan kalau bisa akademisi juga dilibatin,” ucapnya.

Menurut Ocha, keterlibatan akademisi penting agar pembahasan pariwisata tidak hanya berasal dari sudut pandang praktisi, tetapi juga didukung kajian ilmiah sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pariwisata sebagai bidang yang layak dipelajari dan dikembangkan.

Kegiatan itu diikuti sedikitnya 75 peserta yang aktif berdiskusi dan menyampaikan tanggapan setelah pemaparan materi dari para narasumber.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....