Tingkatkan Akses Warga Sekitar, Ruas Jalan Kasihan-Bangunjiwo Bantul Diresmikan

  • 08 Jul 2026 14:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, meresmikan ruas Jalan Kasihan-Bangunjiwo pada Rabu, 8 Juli 2026. Selain sebagai upaya meningkatkan akses bagi warga sekitar, kegiatan ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195.

Kepala Bidang Preservasi 1 BBPJN Jateng-DIY, Fajar Triawan dalam sambutannya mengatakan, proyek preservasi (pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan) tersebut mencakup penanganan ruas jalan nasional sepanjang 3,02 kilometer. Proyek itu menelan anggaran sekitar Rp15 miIiar.

“Paket preservasi jalan ini memiliki panjang penanganan 3,02 kilometer dengan nilai pekerjaan sebesar kurang lebih Rp15 miliar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga kemantapan jalan nasional,” ucapnya.

Fajar menambahkan, kondisi jalan yang baik akan berdampak bagi konektivitas dan mobilitas masyarakat. Ia pun berharap agar pembangunan ini dapat memperlancar arus lalu lintas dan mendukung aktivitas warga sekitar.

“Kami berharap dengan selesainya pekerjaan ini, kondisi Jalan Kasihan-Bangunjiwo menjadi lebih baik, aman, dan nyaman untuk dilalui. Sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan aksesibilitas di wilayah Kabupaten Bantul dan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, BBPJN Jateng-DIY mengapresiasi penuh atas sinergi yang telah terjalin bersama Pemkab Bantul. BBPJN juga mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga infrastruktur ini bersama-sama, agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Ditemui usai kegiatan, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur termasuk salah satu prioritas dalam belanja modal APBD. Sebab, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kelancaran akses dan infrastruktur yang memadai.

“Karena investasi itu membutuhkan belanja modal. Jadi, membangun jalan, jembatan, irigasi, hingga saluran fiber optik adalah membangun sarana modal yang akan kita gunakan untuk keuntungan di masa depan. Ini namanya belanja modal. Tanpa belanja modal, ekonomi akan sulit tumbuh,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab Bantul menegaskan bahwa proporsi APBD akan terus diutamakan bagi kepentingan publik. Sehingga, aktivitas ekonomi di Bumi Projotamansari akan semakin meningkat.

“Dengan dibangunnya infrastruktur, maka aktivitas ekonominya lebih efisien. Dan ini akan terus kami tingkatkan. Belanja modal ditingkatkan, belanja pegawai ditekan. Supaya proporsi untuk publik itu lebih besar,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....