Seorang Kakek di Sedayu Ditemukan Tewas di Selokan Air

  • 04 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Warga Dusun Srontakan, Argomulyo, Sedayu, Bantul digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek di dalam selokan air, Jumat, 3 Juli 2026 pagi. Korban berinisial BT (72) diketahui hampir tiap hari datang ke lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyatakan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh sepasang suami istri yang tengah melintas menggunakan sepeda motor. Keduanya terkejut melihat seorang pria dalam kondisi telentang di selokan dengan kedalaman 10 sentimeter tersebut.

“Awalnya saksi berboncengan bersama istrinya hendak menuju wilayah Seyegan, Sleman. Baru lima meter dari rumah, saksi melihat korban dengan posisi telentang di dalam selokan,” ucapnya.

Saksi lalu meminta bantuan warga dan melaporkannya ke Polsek Sedayu. Tak berselang lama, petugas Polsek Sedayu bersama INAFIS Polres Bantul dan tim medis Puskesmas Sedayu I langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Laporan kami terima sekitar pukul 08.05 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Selain itu, korban diperkirakan telah meninggal dunia satu jam sebelum ditemukan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit.

“Anak korban menyampaikan bahwa almarhum tidak memiliki riwayat penyakit,” katanya.

Kasi Humas menambahkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, BT diketahui hampir setiap hari datang ke lokasi tersebut sebelum beraktivitas di kebun. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pemeriksaan petugas di lapangan.

“Dari keterangan saksi, korban memang memiliki kebiasaan datang ke lokasi itu setiap pagi, kecuali hari Minggu, untuk buang air besar sebelum bekerja membersihkan kebun. Korban diduga meninggal akibat sakit ketika sedang buang air besar,” ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, pihak keluarga telah menerima peristiwa itu sebagai sebuah musibah. Jenazah korban kemudian diserahkan untuk segera dimakamkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan unsur kekerasan ataupun dugaan tindak pidana. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ucap Rita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....