Antrean Inden SD Muhammadiyah Sapen Penuh, Muhammadiyah Buka Sekolah Baru
- 04 Jul 2026 21:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghadirkan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Brawijaya, Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sebagai pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen, sekolah ini menjadi upaya dalam memenuhi tingginya minat masyarakat.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, SD Muhammadiyah Sapen merupakan salah satu sekolah dasar terbaik di Indonesia. Saat ini, antrean pendaftaran inden calon peserta didik dari tahun ajaran 2027 hingga 2032 bahkan sudah terpenuhi.
“Peminatnya begitu banyak sampai inden beberapa tahun ke depan. Minat masyarakat tidak bisa dicukupi hanya dengan Sapen Timur, maka kami kembangkan di sini. Dengan demikian, Muhammadiyah ingin melayani pendidikan untuk semua,” ucapnya saat meresmikan gedung MSUS, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara lain di ASEAN terutama di sektor sumber daya manusia (SDM) dan daya saing. Untuk itu, Muhammadiyah berkomitmen penuh mendirikan sekolah yang unggul dan mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional, tapi juga ASEAN hingga dunia.
“Agenda ke situ harus kita pancangkan karena Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang berkemajuan,” ujarnya.
Haedar menambahkan, penyelenggaraan pendidikan tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa juga perlu dibarengi dengan peran organisasi masyarakat dan lembaga swasta lainnya.
“Kami punya tanggung jawab kebangsaan. Mungkin kalau swasta saja itu berpikir hanya soal kapital, kami tidak seperti itu. Kami juga berpikir soal tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu komitmen Muhammadiyah,” katanya.
Selanjutnya, Haedar menekankan bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya bertumpu pada optimalisasi kecerdasan dan keahlian. Menurutnya, mendidik generasi penerus bangsa agar menjadi pribadi yang utuh, juga perlu dimulai dari sikap sosial.
“Sikap sosial ini penting dipertahankan karena Indonesia adalah masyarakat yang berpijak pada kultur gotong royong. Boleh jadi negara-negara lain melakukan pendidikan hanya melahirkan yang sifatnya anak-anak cerdas tapi tumpul sikap dan empati sosialnya. Itu komitmen Muhammadiyah,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....