Disdikpora Bantul Siapkan Pemenuhan Pagu untuk SMP yang Kekurangan Murid

  • 03 Jul 2026 11:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyebut bahwa masih ada Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Mengatasi fenomena tersebut, Disdikpora Bantul telah menyiapkan solusi berupa pemenuhan pagu.

Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengatakan, kebijakan tersebut sudah tertuang dalam petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026. Dalam juknis itu, dilampirkan aturan-aturan yang akan dilakukan oleh sekolah yang pagunya tidak terpenuhi.

“Di dalam juknis itu ada proses yang disebut pemenuhan daya tampung. Sudah ada aturannya,” ucapnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Secara teknis, Nugroho menjelaskan, tahapan tersebut diperuntukkan bagi calon siswa yang belum mendapat sekolah. Proses pendaftaran tahapan itu akan dibuka pada 6 Juli mendatang.

“Jadi anak-anak yang belum diterima di sekolah mana pun dan kebetulan dia tidak mampu, kami prioritaskan untuk memenuhi daya tampung,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pendataan terkait sekolah yang kekurangan murid usai proses daftar ulang berakhir. Sebab, biasanya ada murid yang tidak melakukan daftar ulang meskipun sudah dinyatakan diterima di salah satu sekolah.

“Jadwal daftar ulang itu 2–3 Juli. Nanti kami akan melakukan penyisiran mana saja anak-anak yang tidak daftar ulang. Kemudian sisa kuotanya akan kami masukkan di tahapan pemenuhan daya tampung,” katanya.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Bantul, Himawan Sulistyo menambahkan, berdasarkan data sementara, SMPN 2 Sanden tercatat mengalami kekurangan murid. Hingga tahap pengumuman, sekolah tersebut masih kekurangan sebanyak 40 murid.

“Untuk sekolah lain pagunya terpenuhi semuanya. Hanya SMPN 2 Sanden yang kekurangan 40 murid,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....