Paku Alam X: Masa Depan Pendidikan Ditentukan Karakter, Bukan Teknologi Semata
- 02 Jul 2026 01:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh keberhasilan membangun karakter peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Ki Hajar Dewantara tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan dan kebudayaan di era modern.
Hal tersebut disampaikan Paku Alam X saat membuka Kongres ke-20 Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) di Pendopo Agung Tamansiswa, Yogyakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Kongres yang berlangsung hingga 2 Juli 2026 itu menjadi forum konsolidasi alumni Tamansiswa untuk memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kebangsaan.
"Masa depan pendidikan Indonesia tidak akan semata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita kuasai, melainkan oleh seberapa kuat karakter yang kita bangun. Di sinilah relevansi Tamansiswa tetap tak tergantikan," kata Paku Alam X.
Ia mengatakan, falsafah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kompas yang semakin relevan di tengah tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, Ki Hajar Dewantara meletakkan dasar pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan manusia yang berbudi pekerti.
"Sebab Ki Hajar mengajarkan bukan sekadar ilmu untuk bekerja, melainkan budi untuk menjadi manusia," ujarnya.
Paku Alam X juga mengingatkan bahwa 97 tahun lalu PKBTS, yang saat itu masih bernama Persatuan Bekas Murid Taman Siswa (PBMTS), lahir bukan sekadar sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai "pagar hidup" yang menjaga sekaligus memperluas perjuangan Tamansiswa di bidang pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota PKBTS untuk terus menjaga semangat tersebut agar tetap hidup di setiap generasi.
Ia berharap Kongres PKBTS ke-20 mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, visi yang jelas, serta program-program yang semakin memperkuat kontribusi organisasi bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, PKBTS memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS), Ki Prof. Pardimin, mengatakan PKBTS merupakan wadah perjuangan para alumni, mahasiswa, dan simpatisan Tamansiswa untuk mewarisi sekaligus menyebarluaskan ajaran Ki Hajar Dewantara. Menurutnya, makna "pagar hidup" harus diwujudkan melalui penguatan eksistensi organisasi, perluasan gerakan, serta pelestarian nilai-nilai ketamansiswaan.
"Saya ingin istilah pagar hidup dapat diterjemahkan secara nyata melalui upaya memperkuat eksistensi PKBTS di tengah masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus memperluas gerakan untuk melestarikan dan mengembangkan ajaran Ki Hajar Dewantara serta ketamansiswaan," kata Pardimin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....