UPN Veteran Yogyakarta Terjunkan 4.250 Mahasiswa Jalani KKN Bela Negara

  • 01 Jul 2026 20:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta menerjunkan sebanyak 4.250 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bela Negara Angkatan 84 Periode 2. Ribuan mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 135 desa dan kelurahan yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan mengusung tema ketahanan pangan, energi, dan lingkungan.

Pelepasan peserta KKN dilakukan melalui upacara di Lapangan Rektorat UPN "Veteran" Yogyakarta, Rabu, 1 Juli 2026. Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., mengatakan KKN menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan sekaligus potensi yang dimiliki masyarakat.

"Dalam satu bulan ke depan, para mahasiswa akan belajar bukan hanya dari buku tetapi juga dari kehidupan di masyarakat. Esensi KKN adalah belajar bersama masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, mengenali potensi lokal, serta bekerja sama menghadirkan solusi," ujar Irhas.

Ia mengungkapkan, jumlah peserta KKN Bela Negara Angkatan 84 Periode 2 menjadi yang terbesar sejak pelaksanaan KKN Tematik pascagempa Yogyakarta pada 2006. Rektor juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, memahami karakter masyarakat di lokasi penugasan, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan program pengabdian.

Sementara itu, Kepala Pusat KKN dan Teknologi Tepat Guna (TTG) LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Ir. Eni Muryani, S.Si., M.Sc., menjelaskan KKN tahun ini mengusung tema "Perwujudan Nilai-Nilai Bela Negara Melalui Ketahanan Pangan, Energi, dan Lingkungan." Menurutnya, tema tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan, permasalahan, dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah pengabdian.

Eni menambahkan, pelaksanaan KKN Bela Negara juga menjadi bentuk dukungan UPN "Veteran" Yogyakarta terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, energi bersih, dan kemitraan. Program ini juga diharapkan menjadi implementasi program Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebanyak 4.250 mahasiswa tersebut dibagi ke dalam 426 kelompok yang didampingi 146 dosen pembimbing lapangan. Mereka akan melaksanakan KKN di 135 desa dan kelurahan yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, Magelang, Klaten, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

Sebelum diterjunkan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan melalui program Bakti Kampus, termasuk edukasi pengelolaan sampah, keselamatan dan kesehatan kerja, perilaku hemat energi, serta gaya hidup zero waste. Seluruh mahasiswa juga memperoleh perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti KKN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....