UGM Kirim 24 Mahasiswa KKN ke Perbatasan RI–Papua Nugini

  • 01 Jul 2026 15:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jayapura - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengirim mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di wilayah perbatasan Indonesia. Sebanyak 24 mahasiswa lintas disiplin ilmu yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Skouw Wansa Periode II Tahun 2026 akan mengabdi di Kampung Skouw Mabo dan Skouw Yambe, Kota Jayapura, Papua.

Kedua kampung tersebut berada di kawasan perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini. Program ini menjadi bagian dari upaya UGM dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman pengabdian langsung bagi mahasiswa di wilayah strategis nasional.

Setibanya di Jayapura, para mahasiswa mendapat sambutan dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Papua di Hotel Suni Abepura. Penyambutan tersebut turut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Lukas Christian Sohilait, yang berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.

Ia menilai program KKN-PPM memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat di kawasan perbatasan. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga Kampung Skouw Mabo dan Skouw Yambe.

Kehangatan penyambutan Tim KKN-PPM UGM Skouw Wansa Periode II Tahun 2026 di Hotel Suni Abepura, Jayapura. Mahasiswa mendapat dukungan dari KAGAMA Papua dan Pemerintah Provinsi Papua sebagai bekal awal menjalankan pengabdian di kawasan perbatasan RI–Papua Nugini. (Foto: KKN-PPM UGM Skouw Wansa Periode II Tahun 2026)

Rangkaian penyambutan dilanjutkan di Kantor Wali Kota Jayapura pada Kamis, 25 Juni 2026. Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muchlis Karim, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Jayapura sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM tahun ini.

"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa UGM di Kota Jayapura. Semoga program-program yang akan dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi pengalaman berharga dalam proses pembelajaran dan pengabdian," ujarnya.

Menurut Muchlis, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Program yang dijalankan mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

Selama masa pengabdian, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, penguatan potensi wisata, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.

Sinergi antara KAGAMA Papua, Pemerintah Kota Jayapura, dan UGM diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan KKN-PPM sekaligus menghasilkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penyambutan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan Skouw, perbatasan RI–Papua Nugini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....