Ahli Gizi UGM Ingatkan Konsumsi Kecap Bijak demi Cegah Hipertensi

  • 30 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tingginya kandungan natrium dalam kecap kembali menjadi perhatian setelah Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat melalui unggahan di media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, Menkes menyebut satu sendok makan kecap mengandung sekitar 350–500 miligram natrium. Artinya, konsumsi empat sendok makan saja sudah melampaui batas aman asupan natrium harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 2.000 miligram per hari.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengonsumsi kecap, terutama pada makanan bercita rasa manis seperti gudeg dan bacem yang berpotensi meningkatkan asupan natrium dan berdampak pada tekanan darah apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dr. Toto Sudargo, mengapresiasi langkah edukasi yang dilakukan Menteri Kesehatan. Menurutnya, informasi mengenai tingginya kandungan natrium pada kecap memang belum banyak diketahui masyarakat.

“Saya respect banget dengan itu dan statement-statement-nya selalu cukup membuat orang ada yang merespons positif, ada yang merespons negatif dan sebagainya. Tapi itu semuanya adalah bentuk kasih sayang seorang menteri terhadap warganya”, ucapnya, Kamis, 25 Juni 2026.

Toto menjelaskan, tingginya kadar natrium dalam kecap tidak lepas dari proses pembuatannya. Kedelai sebagai bahan baku diolah melalui tahapan pemasakan dan fermentasi yang memerlukan penambahan garam sebagai bagian dari proses sekaligus berfungsi sebagai pengawet.

“Karena kecap itu kan dibikin secara bertahap dari mulai bahan mentah sampai akhirnya menjadi bahan tambahan makanan yang prosesnya secara bertahap dari mulai pemasakan, fermentasi dan sebagainya. Untuk pengawetnya, tetap digarami,” katanya.

Ia menilai penggunaan kecap pada makanan seperti soto tetap aman selama dikonsumsi secara seimbang. Menurutnya, sajian soto sebaiknya tidak hanya berisi kuah dan daging, tetapi juga dilengkapi sayuran seperti kol, tomat, dan daun seledri agar kandungan gizinya lebih lengkap.

“Kadang-kadang remaja sekarang atau orang-orang sekarang bilang (pesan) soto tapi hanya daging sama air sama kuah. Itu kan kadang sebenarnya kecapnya dikasih banyak. Itu yang menyebabkan komposisi soto menjadi tidak seimbang. Padahal dengan tambahan kol, ada daun seledri, tujuannya adalah menyeimbangkan komposisi zat gizi yang ada,” ujarnya.

Menurut Toto, konsumsi sayur dan buah juga membantu menekan dampak buruk asupan natrium karena keduanya memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh.

“Terutama sayur dan buah karena sayur dan buah itu sifatnya mereduksi bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan natrium tetap dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan menghindari natrium sepenuhnya, melainkan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Mengingat kecap telah menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia, Toto menyarankan penggunaannya tetap dibatasi. Ia menyebut satu sendok makan dalam satu kali konsumsi sudah merupakan takaran yang ideal.

“Jadi, batasannya menurut saran saya, minimal maksimal adalah satu sendok saja. Itu yang paling aman. Karena kecap ini sebagai tambahan, kadang hari ini makan, besok tidak, lusa makan. Jadi, tidak selalu ditambahkan kecap,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak konsumsi natrium berlebih tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan akumulasi kebiasaan dalam jangka panjang yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

“Bagaimana pun, kebiasaan memakan makanan tinggi natrium itu dapat memicu tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Toto mengajak masyarakat untuk tidak takut mengonsumsi kecap, selama dilakukan secara bijak dan diimbangi pola makan bergizi seimbang.

“Apakah kecap itu berbahaya? Kalau dikonsumsi banyak, berbahaya, tetapi kalau kita bijak insyaallah enggak. Silakan kecap dikonsumsi, tapi tidak berlebihan. Enggak usah takut dengan makan kecap, enggak usah. Kalau kita makannya itu seimbang tadi, misalnya dengan menambahkan sayur dan tidak berlebihan,pasti akan aman, tetap akan sehat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....