Kepala BKKBN Sebut Yogyakarta Layak Jadi Percontohan Pembangunan Keluarga
- 29 Jun 2026 11:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mendorong Yogyakarta menjadi daerah percontohan pembangunan keluarga di Indonesia. Menurutnya, Yogyakarta memiliki modal yang kuat karena menjadi miniatur Indonesia dengan keberagaman masyarakat yang berasal dari berbagai daerah, suku, dan agama.
Mantan Bupati Batang tersebut mengatakan indeks pembangunan keluarga di Yogyakarta tergolong tinggi sehingga layak menjadi contoh bagi daerah lain. Ia berharap praktik-praktik baik yang telah berjalan di Kota Yogyakarta dapat direplikasi untuk memperkuat pembangunan keluarga secara nasional.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan peran keluarga melalui berbagai program yang menyasar orang tua, khususnya ayah.
"Yogyakarta ini contoh yang baik untuk pembangunan keluarga, karena memang secara komprehensif lumayan angka harapan hidupnya, rata-rata 75 tahun ke atas, paling tinggi di Yogyakarta, termasuk IPM-nya juga tinggi-tinggi," ujarnya dalam diskusi bersama komunitas ayah sebagai rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat, 27 Juni 2026.
Pada peringatan Harganas tahun ini, pemerintah mengangkat tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai bentuk penguatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Wihaji menegaskan kehadiran ayah tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kedekatan emosional dan komunikasi dengan anak.
Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta, termasuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Program tersebut dinilai mampu memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan sekaligus perkembangan psikologis anak.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan siap mendukung berbagai program pembangunan keluarga yang diinisiasi pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
"Kami akan tindaklanjuti termasuk misalkan Jogja jadi contoh sistem screening untuk mental disorder dari sekolah ke puskesmas ke rumah sakit," kata Hasto.
Melalui kolaborasi tersebut, Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi daerah dengan indeks pembangunan keluarga yang baik, tetapi juga mampu menjadi laboratorium kebijakan pembangunan keluarga yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....