Polres Gondokusuman Sukses Amankan Misa di Gereja Kotabaru

  • 30 Jun 2026 01:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Personel Polres Gondokusuman melaksanakan kegiatan pengamanan di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026. Dalam rangka memberikan kenyamanan dan aman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah misa sabtu sore.

Kegiatan tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah. Sejak sore hari, personel Polres Gondokusuman sudah ditempatkan di sekitar Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru.

Selain membantu menyeberangkan jalan di dekat zebra cross atau penyeberangan orang, tim dari Polres Gondokusuman melaksanakan penjagaan di sekitar gereja. Personel kepolisian memastikan ibadah dapat berjalan aman dan lancar.

Jajaran Polres Gondokusuman juga mengatur arus lalu lintas di depan tempat ibadah. Kehadiran dari personel polisi supaya tidak terjadi kemacetan karena lokasi gereja yang merupakan titik rawan kemacetan saat akhir pekan atau musim liburan ini.

Personel Samapta Polsek Gondokusuman Aiptu Marjiyono mengatakan pengamanan di tempat ibadah merupakan tugas dari kepolisian kepada masyarakat. “Pelayanan di tempat ibadah supaya umat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang,” katanya.

Petugas juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban dan mengunci kendaraan. Kehadiran personel kepolisian mendapatkan apresiasi dari pengurus gereja. Mereka merasa tenang saat menjalankan ibadah karena pengamanan oleh pihak kepolisian.

Pengamanan di Gereja Santo Antonius Kotabaru terpantau aman tertib. Selama jalannya ibadah tidak ada gangguan kamtibmas dan misa berjalan kondusif.

Kegiatan misa di gereja dipimpin oleh Romo Yosepian Yulianto, SJ. Tema dari misa adalah melepas kelekatan dunia mengikat diri pada Dia. Romo Yosepian Yulianto, SJ mengatakan di Indonesia di dalam keluarga menjadi prioritas utama karena masih ada family gathering dan tradisi ngunduh mantu.

“Menikah dengan banyak anak, banyak rezeki masih terjadi sehingga dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia bertambah. Tradisi ngunduh mantu menunjukkan pernikahan merupakan tidak sekedar penyatuan dua individu tetapi penggabungan dua keluarga besar yang melibatkan dukungan finansial dan sosial,” katanya.

Romo Yosepian juga mengingatkan agar jemaat harus memiliki kemurahan hati kepada mereka yang lapar, yang haus dan yang dikucilkan secara sosial perlu mendapat perhatian lebih dari kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....