Pentingnya Adaptasi Pelaku Industri Peternakan dalam Menghadapi Tantangan
- 28 Jun 2026 20:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari krisis moneter 1998, krisis impor sapi Australia, hingga pandemi Covid-19, dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal ini disampaikan menghadirkan President Director PT Juang Jaya Abdi Alam, Dicky Adiwoso, beberapa waktu lalu di Auditorium drh. R. Soepardjo Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Ia berbagi pengalaman dalam dinamika industri peternakan nasional dan global melalui kuliah umum yang diikuti oleh para mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky membagikan pengalamannya yang lebih dari 35 tahun berkecimpung di industri sapi potong Indonesia. “Ketahanan bukan tentang menghindari krisis, tetapi tentang seberapa cepat kita beradaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.
Dicky menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri peternakan seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani dan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun, sektor peternakan juga dihadapkan pada berbagai tantangan global, seperti fluktuasi nilai tukar, perubahan iklim, biaya logistik, hingga ancaman penyakit hewan.
Selain membahas kondisi industri saat ini, ia juga menyoroti perkembangan teknologi yang diperkirakan akan mengubah wajah peternakan di masa depan. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sensor digital, dan analisis data dinilai akan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.
Kepada mahasiswa, Dicky berpesan agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memperkaya pengalaman lapangan, kemampuan analisis data, serta pemahaman teknologi digital. Menurutnya, kompetensi tersebut akan menjadi modal penting untuk menghadapi transformasi industri peternakan yang semakin cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....