Tantangan Petugas Sensus Ekonomi: Warga Sulit Ditemui dan Tak Terbuka Soal Aset
- 27 Jun 2026 14:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Program Sensus Ekonomi 2026 telah bergulir di Sleman pada 15 Juni dan akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Sensus Ekonomi di Sleman turut melibatkan 1.048 petugas yang terdiri dari 922 petugas pendataan lapangan dan 126 petugas pengawas lapangan.
Salah satu petugas Sensus Ekonomi, Ristianti mengatakan beberapa informasi yang dihimpun dari warga untuk didata adalah terkait dengan data keluarga, kepemilikan usaha, jenis usaha, kondisi sosial ekonomi, pekerjaan, pendapatan, pengeluaran, hingga kepemilikan aset.
Risti harus mendatangi rumah warga secara door-to-door dengan metode wawancara. Targetnya, Risti harus mendata 13 rumah setiap harinya di wilayah Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman. Di awal-awal pelaksanaannya, Risti hanya mampu mendatangi 5 rumah. Namun, jumlah ini terus meningkat seiring dengan percepatan Sensus Ekonomi di Sleman.
Risti menyebut dia bersama petugas Sensus Ekonomi lainnya sempat menghadapi sejumlah kendala. Misalnya, aplikasi input data yang masih dalam perkembangan. Ada pula warga yang sulit ditemui bahkan tidak terbuka ketika memberikan jawaban. Risti menyebut, pertanyaan mengenai aset menjadi pertanyaan yang paling sulit dijawab dan paling dihindari oleh masyarakat.
“Karena mereka biasanya takut karena keterkaitan pajak. Mengatasinya kami melakukan pendekatan,” kata Risti saat ditemui di Lapangan Pemda Sleman usai pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Jumat, 26 Juni 2026.
Risti turut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa data yang diberikan kepada petugas aman dan dijamin kerahasiaannya. Dalam melaksanakan tugas, Risti turut didampingi oleh ketua RT setempat.
Sementara, Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengimbau masyarakat untuk menyambut baik kedatangan para petugas Sensus Ekonomi. Dia memastikan petugas telah dibekali identitas seperti rompi, kartu identitas, dan surat tugas. Penginputan data juga dilakukan secara digital melalui gawai sehingga dipastikan tak ada kebocoran data.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BSSN. Insya Allah dijaga dan kita tidak akan menampikan data individu, tapi BPS ini (data) secara agregat,” ucap Endang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....