Peringati HANI 2026, BNNP DIY Kolaborasi dengan RRI Ajak Gen Z Perangi Narkoba
- 26 Jun 2026 23:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - RRI Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara BNN Goes to Campus, Jumat, 26 Juni 2026. Talkshow yang berlangsung di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta ini digelar dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.
Sejumlah narasumber yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakil Rektor III UST Dr. Ari Setyawan, Kepala BNNP DIY Faried Zulkanain, dan Influencer DutaJog. Sementara peserta berasal dari kalangan anak muda Generasi Z atau Gen Z di Yogyakarta.
Para peserta di antaranya berasal dari mahasiswa UST yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa PIK-M Impact. Serta ada pula perwakilan siswa SMA dari berbagai sekolah di Yogyakarta dan sekitarnya.
Selama kurang lebih satu setengah jam, para narasumber membahas berbagai persoalan terkait penyalahgunaan narkotika di kalangan anak muda, mulai dari upaya pencegahan hingga pentingnya peran lingkungan dalam melindungi remaja dari bahaya narkoba.
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkanain, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BNN Goes to Campus yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI 2026, kita merefleksi diri dan mengedukasi anak, kita bekerja sama dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dan RRI Yogyakarta menggelar talkshow sebagai bagian dari program BNN Goes to Campus," ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Faried berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi mengenai bahaya narkoba.
"Harapan kita dengan edukasi ini para mahasiswa bisa menjadi agen-agen kita di lingkungan sekolahnya, di lingkungan kampusnya, di lingkungan rumahnya, sehingga mereka bisa menjadi pelopor untuk bisa memberikan edukasi kepada teman-temannya untuk tidak menggunakan ataupun mengedarkan narkoba," ucap Faried.
Salah satu peserta, Aldi Gazza Santosa, mahasiswa Fakultas Psikologi UST, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting, mengingat penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius di Yogyakarta.
"Pembahasannya sangat edukatif sekali. Saat ini penyalahgunaan narkoba masih marak, apalagi Yogyakarta urutan kelima di Indonesia. Berarti ini sangat urgent untuk Yogyakarta dan penting untuk diinfokan kepada teman-teman generasi muda," kata Aldi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....