Pengelolaan Sampah di UMY Jadi Rujukan
- 22 Jun 2026 18:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Anwar Dampasan, Banjarsari, Ciamis Jawa Barat, belajar pengelolaan sampah ke Bank Sampah UMY. Di tempat ini, mereka belajar cara mengelola sampah berkelanjutan.
Sebab saat ini, UMY telah mengembangkan konsep pengelolaan sampaj, yang disebut Enterpreneurial University. Yaitusebagai arah pengembangan pengelolaan lingkungan, yang titik beratnya tidak hanya pendidikan dan penelitian.
Kepala Subdirektorat Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Dr. Ferriawan Yudhanto juga menyebut pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dilakukan, agar mampu mendorong lahirnya inovasi dalam mengelola sampah di lingkugan kampus.
”Tujuannya sangat jelas, yaitu berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan, tempat para civitas beraktivitas,” katanya melalui pernyataan tertulis, Senin, 22 Juni 2026. ”Agar mereka merasa nyaman dan memiliki lingkungan sehat.”
Salah satu program yang terus diperkuat UMY adalah pengelolaan sampah terpadu, melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Sampah organik dan anorganik dipisahkan, untuk memudahkan dalam proses pengolahan.
Untuk sampah organik kemudian dikelompokkan kembali menjadi sampah basah dan sampah kering, agar dapat ditangani sesuai karakteristiknya. Menurut Feri, sampah organik basah paling menantang untuk dikelola.
”Sehingga kami memang butuh pendekatan pengelolaan sampah yang lebih spesifik dan inovatif,” ucapnya. ”Solusinya dengan memanfaatkan maggot untuk memproses sampah sisa makanan dari kantin, dan unit usaha yang ada di kampus.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....