Khutbah Nikah Bernuansa Sastra Warnai Pernikahan di Mantrijeron
- 21 Jun 2026 14:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana berbeda tampak pada prosesi pernikahan pasangan pengantin Mantrijeron, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Mantrijeron Mu’inan yang bertugas membacakan khutbah nikah menghadirkan penyampaian pesan bernuansa sastra klasik Islam.
Dalam khutbahnya, Mu’inan turut mengutip Qashidah Burdah karya Imam al-Bushiri untuk mengajak kedua mempelai memahami makna cinta yang lebih mendalam. Menurut Mu’inan, cinta dalam pernikahan tidak cukup diwujudkan melalui ungkapan semata, melainkan harus dibuktikan dengan ketulusan, pengorbanan, dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan bersama.
Dia menegaskan pernikahan merupakan awal perjalanan panjang yang akan menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, diperlukan fondasi kuat berupa cinta yang diwujudkan dalam tindakan nyata, empati yang saling menguatkan, serta kesetiaan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Pernikahan yang kokoh bukan dibangun dari kesempurnaan, tetapi dari komitmen untuk saling menguatkan di setiap keadaan,” ujar Mu’inan.
Momen sakral ini tidak hanya menjadi ajang penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang hakikat cinta dan komitmen dalam membangun rumah tangga. Pendekatan yang menyentuh dan sarat makna tersebut memberikan kesan mendalam bagi kedua mempelai maupun para tamu undangan yang hadir. Suasana haru mewarnai jalannya prosesi pernikahan. Hal ini menjadikan pernikahan tidak sekadar seremoni, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai spiritual dalam membangun keluarga sakinah.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kedua mempelai. Doa tersebut berisi harapan agar pasangan yang baru menikah dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan, ketenteraman, serta rahmat dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....