Libur Sekolah Jadi Berkah, 50 Anak Ikut Khitan Massal di Masjid Al-Ghozali
- 21 Jun 2026 13:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum libur sekolah tidak hanya dimanfaatkan untuk berwisata, tetapi juga menjadi waktu yang paling dinantikan bagi para orang tua untuk mengkhitankan putra mereka. Memanfaatkan momen tahunan ini, Masjid Al-Ghozali yang berada di jalan Monumen Perjuangan, Grojogan, Wirokerten Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali menggelar kegiatan khitanan massal gratis sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat luas.
Pendiri dan Pembina Masjid Al-Ghozali, Ust. H. Ghozali Mukri menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda sosial rutin yang digelar setiap tahun sejak masjid tersebut pertama kali didirikan. Pada tahun ini, pelaksanaan khitan massal telah memasuki tahun keempat dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa tinggi.
"Alhamdulillah, ini adalah pelaksanaan yang keempat kalinya. Setiap tahun pesertanya tidak kurang dari 50 anak, dan tahun ini kuota 50 orang langsung terpenuhi dalam waktu yang sangat singkat," ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Ghozali Mukri mengungkapkan, dari panitia awalnya mengira peserta hanya akan didominasi oleh warga di sekitar Kapanewon Banguntapan saja. Namun di luar dugaan, publikasi yang disebarkan dalam waktu seminggu langsung direspons cepat oleh warga dari berbagai penjuru bumi Mataram.
"Satu hal yang sungguh membanggakan tahun ini karena peserta ternyata dari berbagai daerah di DIY. Tidak hanya dari Banguntapan, tetapi ada yang dari Kota Yogyakarta, Sleman, bahkan terjauh dari Gunungkidul," ujarnya, menambahkan.
Ghozali Mukri menyebutkan, pemilihan waktu menjelang libur sekolah ini dinilai sangat relevan dan tepat, karena sejalan dengan tradisi masyarakat setempat. Ia berharap, lewat kontribusi nyata ini, Masjid Al-Ghozali dapat terus memancarkan kemanfaatan bagi umat dan mencetak generasi yang saleh, sukses di dunia maupun akhirat.
Pengasuh Masjid Al-Ghozali Yogyakarta, Hj. Muniroh mengungkapkan, motivasi utama hadirnya khitan massal ini adalah untuk membantu keluarga yang mengalami keterbatasan finansial. Menurutnya, faktor biaya seringkali menjadi kendala utama bagi sebagian orang tua, sehingga terpaksa menunda khitan anak mereka hingga mendekati usia baligh atau dewasa.
"Dengan adanya khitan ini, kami ingin membantu masyarakat yang kurang mampu agar putra mereka bisa dikhitan tepat waktu. Jangan sampai terlalu bertele-tele atau menunda-nunda sampai melewati usia baligh hanya karena persoalan biaya," katanya.
Lebih lanjut, Muniroh menjelaskan, komitmen sosial Masjid Al-Ghozali Yogyakarta tidak hanya terbatas pada khitanan massal. Diungkapkannya, setiap momentum peringatan hari lahir (milad) masjid, pihak pengelola secara konsisten mengadakan aksi santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
"Setiap ulang tahun masjid, kami rutin menyalurkan santunan. Biasanya menyasar sekitar 200 anak yatim di wilayah Banguntapan Selatan, serta sekitar 50 orang janda pada pelaksanaan tahun lalu," katanya, menambahkan.

Manfaat besar dari kegiatan ini diungkapkan salah satu orang tua peserta khitan, Muhammad Tofan Amar warga asal Gowasari, Pajangan, Bantul. Menurutnya, meski harus menempuh perjalanan yang lumayan sekitar 13 kilometer, tetapi tujuan utama adalah menjalankan perintah Rasulullah.
"Kalau untuk memilih khitan massal karena pertama memang inikan program untuk mencari pahala dan inikan menjalankan perintah juga perintah Rasulullah, ya, kenapa enggak kita sekalianlah biar pahalanya biar banjir sekalian, biar berkah juga masjidnya," ucapnya.
Tofan mengungkapkan, sebelum mengikuti khitan massal anaknya yang berusia sepuluh tahun dan akan naik ke kelas empat sekolah dasar dipersiapkan terutama dari mentalnya. Karena memang diakui, ketika anak tidak siap dan harus semakin lama justru semakin kasihan.
"Dari berapa bulan yang lalu memang sudah saya siapkan mentalnya untuk benar-benar bisa harus gitu. Soalnya kalau makin lama kan makin tua kasihan," katanya, menambahkan.
Tofan mengharapkan, kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi warga yang kurang mampu ini bisa semakin dirutinkan. Sehingga semakin banyak anak yang bisa dikhitan tanpa orang tua harus khawatir dengan biayanya.
"Dengan adanya seperti ini benar-benar ngebantu warga-warga yang khususnya kurang mampu ya. Harapannya sih semoga bisa diaktifkan lagi ya bisa 2 bulan atau mungkin per 3 bulan sekali. Untung-untung ada donatur yang berani mengeluarkan sebulan sekali biar pahalanya makin banjir," katanya, mengungkapkan.
Selain mendapatkan uang saku, baju koko, hingga sarung, dan peci para peserta khitan massal juga mendapatkan pembekalan sebelum prosesi dalam hidupnya dijalankan. Termasuk, mendapatkan satu kali kontrol secara gratis pasca khitan dengan hiburan tausiyah serta permainan sulap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....