Nikmat Sehat, Nyaman dan Terpenuhi Segala Kebutuhan, Kekayaan yang Patut di Syukuri
- 17 Jun 2026 14:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Manusia dikatakan kaya ketika bisa memenuhi 3 unsur yaitu diberikan nikmat kesehatan oleh Allah SWT, memiliki nikmat harta berupa aset atau rumah tinggal yang nyaman, serta bisa memenuhi semua kebutuhan makannya setiap hari dengan tenang.
Setiap insan yang hidup di dunia tidak ada yang menolak kaya. Baik orang yang hidup serba kekurangan, orang yang hidupnya sederhana, termasuk didalamnya orang yang sudah kaya semuanya pasti masih ingin diberikan nikmat kaya.
Menurut Ustaz Niko Agung Kuncoro, S.A sebagai ketua pimpinan Ranting Muhammadiyah Kaliduren, Muju, Sleman, ketika menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Yogyakarta, mengatakan Rasulullah pernah bersabda, "Apabila seseorang dalam keadaan tiga hal ini, maka orang tersebut sudah dianggap sebagai orang yang kaya dan mulia.”
“Yang pertama adalah nikmat sehat, selama Allah SWT masih memberikan kesehatan lahir dan batin kepada manusia, berarti ini sudah masuk kaya. Namun jika Allah memberikan penyakit memang semua itu untuk menghapuskan dosa-dosa manusia,” kata ustad Niko.
“Kemudian yang kedua terpenuhi kenyamanan dan aman, maksudnya di sini adalah punya harta atau rumah untuk ditinggali, beristirahat, berkumpul dengan keluarganya. Ketiga bisa mencukupi kebutuhan makannya pada hari itu atau setiap hari, “ ucapnya.
Lebih lanjut ustad Niko menambahkan Semua nikmat harta yang sudah diberikan Allah SWT itu wajib bersyukur. Apalagi keberlimpahan rezeki dan harta itu bisa bermanfaat untuk orang yang membutuhkannya.
“Jika seorang hamba menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin dan yang membutuhkan, maka dia masuk kedalam golongan orang kaya dermawan. Selain memiliki harta , hamba tersebut juga memiliki keimanan, kekayaan jiwa yang mulia karena peduli dengan sesama,´ujar ustad Niko.
Begitulah kehidupan ini, ada orang kaya serba berkecukupan, tapi ada juga orang yang hidup serba dalam kekurangan. Disinilah letak peran iman dari si kaya yang akan berperan dalam menyantuni yang miskin dan lemah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....