Rupiah Melemah, Bahan Penunjang Kerajinan Kayu Mulai Merangkak Naik
- 16 Jun 2026 18:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut berdampak pada pengusaha mebel dan kerajinan kayu di Kabupaten Bantul. Depresiasi rupiah menyebabkan kenaikan harga sejumlah bahan penunjang produksi.
Wakil Ketua Pengelola Desa Wisata Krebet, Riyadi Zibril mengungkapkan, kenaikan tersebut dikarenakan bahan-bahan pendukung produksi berasal dari luar negeri. Hal ini menurutnya cukup memberatkan biaya produksi.
“Bahan-bahan yang mengalami kenaikan itu seperti Propan Pastigloss Melamine, Sanding Sealer, dan thinner yang digunakan dalam proses finishing produk,” ucapnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Secara rinci Riyadi menjelaskan, harga Propan Pastigloss Melamine yang sebelumnya berada di angka Rp245.000 per galon kini naik menjadi Rp290 ribu. Sanding Sealer juga naik dari Rp195.000 menjadi Rp250.000 per galon.
“Lalu Thinner ND mengalami lonjakan cukup tinggi dari Rp95.000 menjadi Rp150.000 per galon. Satu galon isinya lima liter,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Bantul yang juga pengusaha mebel, Suradal, mengaku bahwa belum terlihat kenaikan harga kayu sebagai bahan baku utama. Namun, bahan pendukung serta alat pertukangan sudah mulai merangkak naik.
“Kalau kayu tidak terlalu berpengaruh. Tapi untuk bahan pendukung seperti thinner, cat, paku, dan peralatan pertukangan memang ada kenaikan,” katanya.
Suradal menyebut, kondisi ini berdampak pada kenaikan beban operasional pelaku usaha. Di sisi lain, permintaan pasar juga semakin menurun akibat penurunan daya beli masyarakat.
“Yang paling terasa sekarang justru permintaannya turun. Daya beli masyarakat sedang rendah sehingga usaha mebel ikut terpukul,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....