BPBD Sleman Sebut Api Misterius di Seyegan Tak Berhubungan dengan Gas Alam
- 16 Jun 2026 09:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan proses penelitian oleh para ahli dari berbagai pihak terkait dengan fenomena api misterius di Seyegan sudah selesai. Sebelumnya, para peneliti dari UGM maupun UPN Veteran Yogyakarta sempat menyebut adanya kemungkinan kemunculan api yang disebabkan oleh keberadaan gas alam.
Namun, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebut berdasarkan hasil akhir temuan dari para ahli, tidak ditemui adanya korelasi antara gas alam dengan kemunculan api di sebuah rumah di Seyegan Sleman.
“Dari hasil penelitian semua yang disampaikan tadi, tidak ada hubungannya dengan api yang muncul. Fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul disitu,” kata Bambang, Senin, 15 Juni 2026.
Bambang menyebut para peneliti telah berupaya untuk mencari penyebab munculnya api. Sejumlah alat juga digunakan, seperti geomagnetic, geothermal, drone, hingga geolistrik. Bambang menuturkan api misterius itu muncul sejak 23 Mei 2026. Total sudah ada 126 titik api yang muncul. Api terakhir kali tampak pada Jumat malam, 12 Juni 2026.
Bambang menyebut pihaknya juga sempat memasang dua CCTV. Tujuannya untuk melihat asal muasal munculnya api dan untuk memantau pergerakan tamu yang datang ke rumah terdampak. Selain itu, CCTV ini menjadi tambahan alat bukti yang turut diserahkan kepada peneliti sebagai bahan pertimbangan. Bambang mengaku belum melakukan inventarisir terkait kerugian yang dialami pemilik rumah.
“Hanya waktu itu kami menanyakan kerugiannya berapa, kira-kira Rp 45 juta,” ucapnya.
Usai tak ditemui adanya penyebab secara alami, BPBD Sleman lantas menyerahkan kejadian fenomena kemunculan api misterius ini kepada Polresta Sleman. Termasuk untuk mengungkap apakah ada unsur pidana pada kasus ini.
“Untuk mengetahui apa itu penyebab sebetulnya fenomena. Apakah rumah api ada apa, teror api atau apa, tapi pas nya seperti apa nanti kita juga tahunya nanti dari rekan kepolisian yang menyampaikan hasil penyelidikannya dengan bukti-bukti dari akademisi tadi itu, sebagai bukti pendukung,” ujar Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....