Generasi Muda Diajak Batasi Gadget dan Perkuat Pendidikan Karakter

  • 15 Jun 2026 07:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Di tengah perkembangan digitalisasi seperti saat ini, generasi muda diajak untuk membatasi penggunaan gadget dan memperkuat pendidikan karakter. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut generasi muda saat ini terlalu fokus pada gadget dan kurang melakukan aktivitas di luar rumah. Tak hanya itu, generasi muda juga didorong untuk memperkuat pendidikan karakter dan budi pekerti.

“Pendidikan budi pekerti serta pembentukan karakter penting agar anak-anak berani mengambil keputusan yang baik demi masa depan mereka. Anak-anak dituntut untuk berani melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya," ujar Danang.

Danang menambahkan masa depan bangsa 10-15 tahun ke depan berada di tangan generasi muda yang ada saat ini. Keberhasilan dan kesuksesan anak-anak sangat bergantung pada usaha dan pendampingan dari orang tua dan pemerintah.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Novita Krisnaeni menyebut pihaknya bersama Forum Anak Kabupaten Sleman turut menginisiasi gelaran peringatan hari anak nasional ke-42 yang dilaksanakan pada 13 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang anak, yang terdiri dari 50 anak perwakilan Forum Anak Kapanewon dan 25 anak dari Forum Anak Kabupaten Sleman.

"Tujuan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, memupuk solidaritas, serta menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)," ucapnya.

Novi mengatakan anak-anak diajak untuk mengeksplorasi berbagai macam lomba permainan tradisional. Melalui metode permainan berkelompok, anak-anak diharapkan dapat melatih kerja sama, kebersamaan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang efektif dalam membentuk karakter anak.

“Tujuan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, memupuk solidaritas, serta menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P),” kata Novi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....