Hingga Mei 2026, Pengidap TBC di Bantul Mencapai 475 Orang
- 10 Jun 2026 16:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman bagi warga di Bumi Projotamansari. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, sejak awal tahun hingga Mei 2026 tercatat sudah ada 475 kasus.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto menjelaskan, jumlah pengidap TBC tertinggi berasal dari Kapanewon Banguntapan. Selanjutnya disusul Kapanewon Sewon dan Bantul.
"Di Banguntapan ada 50 kasus, disusul Sewon 48 kasus, dan terakhir Kapanewon Bantul sebanyak 34 kasus. Itu tiga kapanewon dengan kasus terbanyak," ucapnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Sementara dari segi pengidap, mayoritas penderita TBC adalah orang dewasa. Jumlahnya pun mencapai 224 kasus. "Paling banyak masih usia dewasa sebanyak 224 kasus, lalu anak-anak 154 kasus, disusul lansia dengan 97 kasus," katanya.
Menurutnya, anak-anak termasuk rentan terjangkit penyakit tersebut. Selain kontak langsung dengan penderita TBC, faktor kekebalan tubuh anak juga menjadi penyebabnya. "Imunitas anak-anak itu kan belum terlalu optimal, jadi rentan tertular TBC. Selain itu status gizi anak juga ikut mempengaruhi," ujarnya.
Untuk itu, Dinkes Bantul terus menggencarkan skrining TBC melalui kegiatan active case finding (ACF). Langkah ini sebagai upaya deteksi dini agar pengobatan bisa segera dilakukan. "Tujuannya yakni agar yang terdiagnosa TBC bisa segera mendapat pengobatan. Kami juga melakukan investigasi pada kontak serumah pasien TBC," ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....