Lima Siswa SD Muhammadiyah Mutihan Wates Raih Nilai Sempurna
- 10 Jun 2026 05:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Mutihan, Wates, menorehkan prestasi yang membanggakan. Pada perolehan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) tahun 2026, lima siswa dari lembaga pendidikan swasta berbasis religi tersebut mampu meraih nilai sempurna 100, dengan kategori kelulusan baik dan istimewa.
Kelima siswa yang sukses meraih nilai 100 tersebut terbagi dalam dua mata pelajaran utama. Pada kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai sempurna berhasil disabet Fadila salsabila (bahasa indonesia dan ipas), Karunia Putri Isnaini, Aisyah Nurul Aini, dan Arsakha Virendra Shafwan.
Sementara untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), pencapaian nilai 100 diraih oleh Zahirah Tsania Sakhi.
Capaian prestasi ini secara simbolis diapresiasi dalam bentuk uang pembinaan dan bingkisan motivasi oleh pihak sekolah. Momentum kelulusan dengan raihan predikat istimewa dari kelima siswa tersebut juga menjadi kado bertepatan dengan peringatan Milad Satu Abad (100 Tahun) berdiri dan berkiprahnya SD Muhammadiyah Mutihan di tanah Kulon Progo.
Capaian mengukuhkan standar mutu akademis sekolah sekaligus memicu kebanggaan mendalam bagi pihak madrasah serta para orang tua siswa.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Mutihan, Ririn Agustian, S.Pd.I., M.Si., mengaku bersyukur pencapaian prestasi anak didiknya. Hasil ini menjadi kelanjutan dari keunggulan yang telah dibangun dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur SD Muhammadiyah Mutihan bisa meraih prestasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan siswa terbanyak se-Kulon Progo, kami bisa menjadi yang terbaik. Tahun lalu, nilai tertinggi se-Kulon Progo siswa kami, tahun ini juga masih unggul,” ujarnya, seusai memimpin jalannya upacara perpisahan dan wisuda Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 di Aula Adikarta, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Selasa, 9 Juni 2026.
Ririn menjelaskan, dari resmi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Purpresnas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SD Muhammadiyah Mutihan menduduki peringkat kedelapan dalam jajaran SD Negeri dan Swasta Terbaik se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedangkan dalam rekapitulasi nilai TKA dan TKAD di tingkat Kapanewon Wates, berada di peringkat kedua.
Sebagai bentuk apresiasi pada siswa, pada wisuda kelulusan bagi 83 siswa tahun 2026, sekolah memberikan penghargaan khusus kepada 10 siswa peraih nilai TKA dan TKAD terbaik.
Peringkat tertinggi diraih oleh Fadila Salsabila dengan nilai rata-rata 98,89, disusul oleh Aisyah Nurul Aini (96,67), Zahirah Tsania Sakhi (95,55), Karunia Putri Isnaini (95,55), Ayazzaina Ziqa Prayudi (93,33), Habibie Musthofa Reenosady (92,22), Billy Yazdan Achmad Riffai (92,22), Muhammad Haikal Al Farisi (91,11), Avicenna Arya Jatmiko (91,11), dan Arkan Mostafa Ibrahim (91,11).
Penghargaan juga diberikan untuk Kategori Nilai Ismubaristik (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Inggris, dan TIK) Terbaik yang diraih oleh Muhammad Haikal Al Farisi, Zahirah Tsania Sakhi, dan Ayyazaina Ziqa Prayudi. Untuk kategori hafalan Al-Qur'an (Juz 30), penghargaan diberikan kepada Amira Fathia Hajida dan Nikeisha Zahira Atmaja.
Sementara itu, Rr Nayla Azalia Azizah, Moh Azzam Fadel Pratama, Muhammad Sakti Adirajada, Kalandra Akhtar Radhika, beserta Avicenna Arya Jatmiko menerima penghargaan Kategori Nilai Kurasi Sertifikat Terbanyak.
Ririn menuturkan, prestasi ini diraih berkat formulasi strategi pembelajaran terstruktur dan kerja keras guru yang melakukan pengawalan klinis sejak kelas 1 hingga kelas 6. Strategi ini didukung penuh oleh jajaran staf non-kependidikan dan doa tulus orang tua siswa. Sebelum menghadapi ujian, diintensifkan program pengayaan materi dan latihan soal secara berkala.
Fadila Salsabila mengungkapkan rasa senangnya atas hasil kerja keras belajar mandiri serta bimbingan intensif dari sekolah.
"Pendampingan yang diberikan sangat membantu dalam menghadapi ujian,” ujarnya.
Siswa lain yang memperoleh nilai sempurna pada pelaksanaan TKAD mata pelajaran IPAS, Zahirah Tsania Sakhi, mengaku tidak menyangka akan mendapat nilai 100. Hal ini karena ada beberapa soal yang sulit dipahami, meski tetap mampu diselesaikan dengan baik.
“Yang penting tekun belajar, fokus mencermati soal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....