Hamba Allah yang Memiliki Keberuntungan di Dunia dan Akhirat

  • 10 Jun 2026 23:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Manusia yang paling beruntung ketika bisa menjadi hamba Allah yang paling taat melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya . Semua dilakukannya dengan kesadaran penuh untuk bisa meraih keberuntungan di dunia maupun di akhirat.

Sebagaian orang menganggap keperuntungan itu adalah jabatan yang tinggi. Usahannya maju, harta berlimpah atau memiliki banyak rumah, popularitas terkenal di masyarakat luas dan disegani.

“Semua itu memang bisa menjadi hikmah yang di dapat di dunia dari Allah,”ujar Hari Purnomo, SPd dari Pimpinan Wilayah Muhamadyah (PWM) DIY ketika menjadi narasumber program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Yogyakarta Selasa, 9 Juni 2026.

Hari Purnomo menjelaskan, harta yang susah payah dikumpulkan sejatinya akan ditinggalkan juga. “Namun pertanyaannya, apakah semua keberuntungan di dunia itu bisa menyelamatkan kita nanti saat kita menghadap Allah SWT sudah meninggalkan dunia fana ini? Coba kita renungkan semua harta yang ada di dunia pasti akan di tinggalkan,” ucap dia.

Menurut Hari yang menemani manusia di alam kubur hanyalah iman dan amal salih. Amal kebaikan yang dilakukan selama di dunia, karena Allah SWT yang memberikan petunjuknya melalui kitab suci Alquran. Allah SWT telah mengabadikan keberuntungan bagi manusia dalam Surat As-Shaff ayat 10-12 yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman maukah aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? yaitu kamu beriman kepada Allah dan rasulnya serta berjaya di jalan Allah dengan harta dan jiwamu”. (As-Shaff ayat 10).

“Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (As-Shaff ayat 11).

“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (As-Shaff ayat 12).

Arti dari ketiga ayat diatas mengajak manusia untuk berpikir agar bertaqwa kepadaNYA. Kalau perdagangan di dunia pasti mengandung resiko apakah itu untung atau rugi. Sedangkan perdagangan yang ditawarkan Allah SWT dalam ayat As Shaff 10-12 tidak pernah merugikan manusia yang akan membawanya pada keberuntungan di akhirat.

“Modalnya manusia adalah iman dengan amal kebajikan dan amal Sholeh. Untungnya berupa ampunan dari Allah SWT. Iman bukan hanya di ucapkan dengan lisan tapi iman itu harus tampak dalam prilaku sehari-hari,” kata Ustaz Hari Purnomo.

Kalau seseorang mengaku beriman, tapi masih mudah berbohong kepada orang lain, masih meninggalkan kewajiban kepada Allah, maka imannya harus terus diperbaiki agar kelak mendapatkan keberuntungan baik di dunia dan di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....