Cara Budidaya Keliru, Kopi Rentan Cacat
- 09 Jun 2026 10:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Magelang – Kelompok Tani Sumber Berkah di Dusun Jogahan, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, mendapat pendampingan dari UMY. Program ini, untuk meningkatkan mutu varietas kopi yang mereka budidayakan.
Sebanyak 35 petani kopi anggota Kelompok Tani Sumber Berkah, mengikuti program pendampingan. Dalam kegiatan itu, mereka dikenalkan tentang cacat mutu biji kopi atau defect, termasuk faktor penyebabnya yang terkait praktik budidaya kopi.
Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya menyampaikan materi tentang menjaga mutu kopi, sejak proses perawatan tanaman, panen hingga penanganan pasca panen. Oki berkolaborasi dengan Raihan Ilham Fadhilah, alumni Agribisnis UMY yang juga sebagai pegiat kopi di Jawa Tengah.
Menurut Oki, petani berpedan penting, dalam menentukan kualitas kopi yang dihasilkan. ”Mereka aktor utama, sehingga kami ingin berbagi pengetahuan, agar para petani semakin memahami penyebab cacat mutu pada kopi,” katanya, Selasa, 9 Juni 2026.
Sedangkan Raihan Ilham Fadhilah menjelaskan ciri-ciri cacat kopi, yang perlu diketahui para petani. Sehingga, mereka bisa memperbaiki praktik budidaya dan penanganan panen secara bertahap, yang harus disesuaikan dengan kondisi kebun masing-masing.
Ketua Kelompok Tani Sumber Berkah, Khaerodin, menyambut baik kegiatan tersebut. Pendampingan dari UMY untuk memastikan mutu kopi sangat relevan dengan kebutuhan petani, terutama untuk meningkatkan kualitas panen dan nilai jual kopi.
Melalui kegiatan ini, UMY berharap petani kopi di Grabag, Magelang, semakin memahami pentingnya menjaga mutu kopi sejak tahap budidaya. Peningkatan kapasitas petani dalam mengenali penyebab cacat mutu agar hasil panen lebih berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....