DIY Ingin Kuatkan Predikat Kota Batik Dunia
- 08 Jun 2026 18:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat predikat daerah, sebagai Kota Batik Dunia agar kerajinan batik di wilayah ini terus eksis. Langkah ini juga sekaligus, untuk memastikan ekonomi para perajin batik, tetap kokoh terkait pelestarian batik sebagai warisan nusantara.
Maka, Dinas Pariwisata DIY terus menggelar pelatihan sertifikasi bagi para perajin batik. Pada, Senin, 8 Juni 2026, dinas tersebut menggelar kegiatan ”Sertifikasi dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Skema Pembuatan Batik Cap tahun anggaran 2026.
Kegiatan tersebut digelar, di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian, Jalan Kusumanegara Yogyakarta. Sebanyak 20 perajin batik dari lima kabupaten dan kota menjadi peserta pelatihan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi butuh bermitra dengan instansi kementerian di daerah, untuk mengoptimalkan pembinaan industri kreatif. Apalagi, batik baik itu tulis maupun cap, menjadi produk andalan DIY yang diminati secara nasional.
”Kita perlu memperkuat kompetensi perajin batik di DIY, sebab kompetitor dari daerah tetangga sangat luar biasa,” katanya. ”Karena mereka juga memiliki standar baku dalam produksi batik, dan jadi pesaing yang kuat dan luar biasa.”
Sesuai jadwal, program Sertifikasi dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Skema Pembuatan Batik Cap tahun 2026, dimulai dari tanggal 8-12 Juni 2026. Sebanyak 20 peserta yang seluruhnya merupakan perajin, akan mendapat materi dan gemblengan instruktur ahli.
Kepala BBSPJIKB Kementerian Perindustrian, Zya Labiba mendukung penuh kolaborasi lintas sektor, dalam program sertifikasi pembuatan batik cap. Program ini sangat ideal, karena pariwisata sangat terkait dengan berbagai produk kreatif salah satunya batik.
”Sektor ekonomi kreatif membawahi 17 subsektor, salah satunya kerajinan batik,” ucapnya. ”Maka para perajin bahwa batik cap di DIY memiliki potensi luar biasa, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....