Batik Winotosastro, Pelestari Batik Tulis Legendaris

  • 07 Jun 2026 22:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Batik Winotosastro yang berdiri sejak tahun 1940, menjadi saksi sejarah perjalanan panjang seni batik tradisional di Yogyakarta. Nama Winotosastro yang menjadi merk batik ini, diambil dari nama pendirinya.

Sejak berdiri hingga kini, Batik Winotosastro tetap konsisten memproduksi batik dengan metode tradisional, seperti batik tulis maupun batik cap. Ciri khas produk batik ini, merupakan perpaduan motif klasik dengan pewarnaan alami.

Saat ini, tongkat estafet Batik Winotosastro yang merupakan usaha keluarga ini, dilanjutkan Haryani Winotosastro yang akrab disapa Bu Hani. Perempuan kelahiran Yogyakarta pada 26 September 1945, memang tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai-nilai budaya dan kecintaan terhadap seni membatik.

Sejak kecil, ia menyaksikan bagaimana ayahnya membangun Batik Winotosastro dengan penuh dedikasi. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk kecintaannya terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa.

”Pelajari dan cintai warisan budaya kita, seperti batik,” ucapnya, Minggu, 7 Juni 2026. ”Kualitas, inovasi, dan dedikasi akan membuka jalan keberhasilan, jadilah pelindung warisan budaya kita dan buatlah karya yang menginspirasi.”

Sejak tahun 1967, Bu Hani mulai aktif membantu kedua orang tuanya, yaitu Winotosastro dan Mudinah Winotosastro, dalam mengelola perusahaan. Ia terlibat langsung dalam proses produksi dan belajar menjaga keaslian batik Yogyakarta.

Pembuatan batik di Batik Winotosastro, selalu diawali dengan menggambar pola, pada selembar kain putih menggunakan goresan pensil. Setelah itu, dilanjutkan proses pencantingan atau pelekatan malam (lilin), kemudian memasuki tahap pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami.

”Setiap tahapan dikerjakan dengan ketelitian tinggi untuk menghasilkan karya batik yang bernilai seni dan berkualitas,” ujarnya. ”Untuk kolektor dan pecinta batik, kami hadirkan koleksi istimewa dengan harga Rp 30 juta atau lebih.”

Selain memproduksi kain dan busana batik, Batik Winotosastro juga mengembangkan berbagai produk suvenir berbahan dasar batik, seperti gantungan kunci, kipas, hiasan dinding, taplak meja, hingga sarung bantal. Beberapa produk suvenir tersebut lahir dari pemanfaatan kain sisa produksi yang diolah kembali.

Lebih dari sekadar pusat produksi batik, Batik Winotosastro juga berperan sebagai destinasi wisata edukasi. Berlokasi di Jalan Tirtodipuran Nomor 54, Kota Yogyakarta, tempat ini menjadi tujuan bagi wisatawan, pelajar, hingga peneliti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....