Kolaborasi Lintas Sektor Bawa UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Global

  • 06 Jun 2026 19:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga penyiaran publik, dan pelaku usaha menjadi strategi utama dalam mendorong kebangkitan serta digitalisasi ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta. Komitmen kolektif ini digaungkan secara mendalam melalui dialog interaktif bertajuk "UMKM JOGJA Maju Bersama" dalam program Siaran Pendopo RRI Pro 4 Yogyakarta pada Kamis 4 Juni 2026 ini. Acara ini diselenggarakan di Kuliner Jogja Barat (KBJ) / Kontraktor Syariah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi UMKM saat ini relatif aman dan berjalan lancar dari fluktuasi global. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku usaha dari product-oriented menjadi market-oriented, serta penguatan branding. “Kita harus mendukung penuh potensi industri kreatif ini melalui gerakan 'Bela Beli Produk Lokal', solusinya adalah menerapkan konsep 'Gandeng Gendong' berbasis klaster, di mana usaha yang sudah kuat menggandeng yang belum kuat agar bisa maju bersama," ujarnya.

Menanggapi tantangan di lapangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Pak Agus, menekankan bahwa modal bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan usaha. Bagi beliau, hal paling krusial yang sering dilewatkan oleh pelaku usaha adalah kematangan perencanaan dan kemampuan beradaptasi. "Suatu perencanaan menjadi hal yang penting. Business plan itu wajib dalam merencanakan usaha apa pun. Di era sekarang, pelaku usaha juga wajib adaptif terhadap perkembangan zaman teknik pemasaran mau tidak mau harus berdigital," ujar Pak Agus.

Antusiasme para tamu undangan dan peserta saat menyimak pemaparan dalam dialog interaktif " UMKM JOGJA Maju Bersama" di Kuliner Jogja Barat

Di sisi lain, peran media sebagai jembatan informasi dan ekonomi juga diperkuat oleh LPP RRI Yogyakarta. Kepala LPP RRI Yogyakarta, Pak Taufan Pamungkas, menjelaskan bahwa selama tiga tahun terakhir RRI telah memposisikan diri sebagai "Radio UMKM" yang bertindak sebagai penghubung strategis skala nasional. Melalui aplikasi RRI Digital, para pelaku usaha difasilitasi kanal khusus menyerupai marketplace untuk promosi, edukasi, hingga pelacakan transaksi global. "Catatan digital kami menunjukkan interaksi dan kontak pengusaha lewat aplikasi ini sudah menembus pasar Singapura hingga Thailand," ujar Taufan Pamungkas.

Sementara itu, dari sudut pandang pelaku usaha, Bunda Woro selaku Pimpinan Woro Moro Intertaiment dan juga Pelaku Usaha membenarkan bahwa kendala modal, kualitas kemasan (packaging), dan pemasaran masih menjadi tantangan klasik di lapangan. Namun, ia mematahkan anggapan bahwa faktor usia menjadi penghalang utama dalam mengadopsi teknologi digital. "Banyak yang mengira usia di atas 40 tahun pasti kesulitan masuk dunia digital, tapi saya membuktikan di usia 55 tahun tetap aktif memanfaatkan TikTok untuk promosi dan menulari semangat ini ke UMKM lain," ujar Bunda Woro.

Melalui kolaborasi harmonis yang memadukan kebijakan stimulus dari Dinas Koperasi, wadah komunitas digital dari RRI, serta kegigihan para pelaku usaha di lapangan, ekosistem industri kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta optimis mampu mentransformasi tantangan lokal menjadi peluang penetrasi pasar global yang berkelanjutan. (Mayang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....