Penetapan Status Darurat Kemunculan Api Misterius di Seyegan Tunggu Kajian Ahli
- 06 Jun 2026 11:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman masih menunggu hasil kajian tim ahli untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status tanggap darurat khusus terkait kemunculan api misterius di rumah Mutfiana, warga Kapanewon Seyegan.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan peristiwa yang menyebabkan kebakaran berulang sejak 23 Mei 2026 tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Pasalnya, hingga kini penyebab pasti kemunculan api belum diketahui, meski menimbulkan dampaknya cukup besar.
Bambang menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman tidak ingin sembarangan dalam keputusan sebelum menerima hasil penelitian yang dilakukan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
“Rencana tidak lanjut dari kita BPDB Sleman ini nanti lebih jelas dan pasti. Tidak sembarangan untuk mengambil keputusan,” kata Bambang dalam konferensi pers, Kamis 4 Juni 2026.
Kajian para ahli dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026 di Kantor Kapanewon Seyegan. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Hasil kajian yang nanti kita dapatkan akan menjadi dasar untuk menentukan penetapan tanggap darurat. Apakah nanti perlu relokasi? belum tentu juga. Apakah nanti ada pengosongan atau pengungsian lebih jauh lagi? Kita juga belum memutuskan. Hasil dari penelitian ini yang paling penting nanti kita dapatkan,” ucapnya.
Sementara itu, pemilik rumah, Mutfiana, menyatakan mendukung penuh proses penelitian yang dilakukan para ahli. Menurutnya, hasil penelitian sangat penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat terkait fenomena kebakaran berulang tersebut.
“Sangat boleh karena itu sangat membantu terutama membantu pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekitar rumah, warga-warga masyarakat yang ada di daerah Segan misalnya karena kan itu takutnya kalau menyebar, meluas gitu ya,”
Meski demikian, Fia berharap ada perhatian terhadap keberlangsungan usaha keluarganya selama proses penelitian tersebut berlangsung
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....