Balita Terlantar dan Dilakban di Kontrakan Bantul Kini Dirawat Keluarga Sang Ayah
- 04 Jun 2026 07:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Polisi menyebutkan bahwa balita yang ditemukan dalam kondisi mulut dilakban serta tangan dan kakinya terikat di kamar kontrakan wilayah Pleret, Bantul, kini tinggal bersama sanak saudaranya di Gunungkidul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyatakan, saat ini ibu korban, TKS (25), sedang menjalani pemeriksaan. Sementara sang ayah, yakni RF (29), berada di Jakarta.
“Untuk saat ini korban dirawat oleh keluarga ayahnya di Patuk, Gunungkidul. Karena sang ayah posisinya merantau di Jakarta,” ucapnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Rita menambahkan, balita perempuan berinisial ACB (3) tersebut kini sudah beraktivitas seperti biasa. Kondisi korban juga dinyatakan baik-baik saja.
“Tidak ada bekas luka akibat dilakban. Saat ini kondisi anak tersebut sehat,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang balita perempuan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di salah satu kontrakan wilayah Kedaton, Pleret, Bantul, pada Senin, 1 Juni 2026 malam. Saat ditemukan, balita berusia tiga tahun tersebut dalam kondisi mulut dilakban serta kedua tangan dan kaki terikat.
Iptu Rita Hidayanto menyatakan, insiden itu terungkap ketika salah satu tetangga kontrakan mendengar suara tangisan anak kecil sejak waktu magrib. Merasa curiga, saksi lalu mengajak anak pemilik kontrakan untuk memeriksa ke dalam kamar.
"Sekitar pukul 20.50 WIB, kedua saksi mencongkel jendela kamar untuk melihat kondisi di dalam. Korban ditemukan sudah lemas, mulut tertutup lakban, serta tangan dan kaki terikat lakban dan selendang," ucapnya.
Dari keterangan saksi, ibu korban yakni TKS (25), warga Patuk, Gunungkidul, sempat terlihat keluar rumah seorang diri pukul 17.00 WIB. Satu jam berselang, ibu korban kembali ke rumah.
"Setelah itu terdengar tangisan anak dari dalam kamar hingga malam hari. Dari dalam rumah juga tidak ada respons," ujarnya.
Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian itu ke aparat setempat. Bertindak cepat, petugas Polsek Pleret langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....