Hari Lahir Pancasila, Hasto Wardoyo Tekankan Pentingnya Aksi Nyata

  • 02 Jun 2026 07:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni tidak hanya sekadar seremoni yang diwujudkan dalam upacara bendera. Tetapi menjadi pengingat, bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus diwujudkan.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila terwujud melalui kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi, keimanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

"Pancasila adalah bintang penuntun bagi bangsa Indonesia," katanya.

Selaras dengan tema Peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia'. Menurut Hasto, tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Di tengah keberagaman etnis, bahasa, budaya, dan kondisi geografis, Pancasila menjadi visi bersama yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Hasto juga menegaskan, kepedulian terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan warga yang masih mengalami kesulitan hidup diwujudkan tidak hanya sebagai slogan atau pemanis kata-kata. Tetapi harus dilakukan dengan tindakan nyata dan kepedulian bersama.

“Kita tidak boleh hanya menjadikan slogan no one left behind sebagai kata-kata. Harus ada tindakan nyata agar tidak ada warga yang tertinggal dalam penderitaan,” ujarnya.

Hasto menilai semangat gotong royong merupakan implementasi nyata dari seluruh sila dalam Pancasila. Karena diungkapkannya, gotong royong mencerminkan keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, persatuan, musyawarah, serta upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Dengan semangat gotong royong, semua cita-cita dan harapan perlahan bisa diwujudkan, seperti yang dicontohkan melalui program bedah rumah. Program rutin yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta setiap pekan ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai gotong royong.

Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menjalankan kegiatan kerja bakti atau kurve plus. Melalui semangat gotong royong yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan sosial masyarakat.

“Gotong royong menjadi satu rangkaian nilai yang menghubungkan sila pertama hingga sila kelima. Dari situlah lahir kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” katanya, mengungkapkan.

Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi identitas bangsa, sehingga Hasto menegaskan bahwa perbedaan termasuk dalam berpendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, dialog dan musyawarah harus terus dikedepankan untuk mencapai mufakat tanpa menimbulkan konflik.

“Perbedaan adalah bagian dari sunnatullah yang penting adalah bagaimana kita mengelola perbedaan itu melalui dialog, diskusi, musyawarah, dan menjaga semangat zero conflict,” katanya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Hasto Wardoyo mengharapkan, dapat semakin memperkuat pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Sehingga mampu membangun visi bersama, meningkatkan kepedulian terhadap kepentingan publik, serta memperkokoh persatuan bangsa.

“Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila menambah kesadaran kita untuk menjadi lebih baik, memiliki visi bersama yang kuat, dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi,” ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....