Kuatkan Pertanian dengan Pedoman Titen, Telaten, dan Panen

  • 02 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Inovasi budidaya padi menggunakan galon bekas di Yogyakarta kini berkembang menjadi sarana edukasi pertanian yang menarik perhatian masyarakat luas. Penggiat Pertanian Daliman secara rutin mengajarkan metode tersebut kepada kalangan milenial agar tertarik bertani dengan cara sederhana dan praktis.

Melalui pendekatan santai dan mudah dipahami, generasi muda dikenalkan pada konsep pertanian mandiri yang ramah lingkungan sejak awal. Metode ini dianggap cocok diterapkan masyarakat perkotaan karena tidak membutuhkan lahan luas maupun biaya perawatan yang terlalu besar.

Meski terlihat sederhana, budidaya padi menggunakan galon tetap menghadapi tantangan berupa serangan ulat dan belalang pada tanaman yang tumbuh. Untuk mengatasinya, sang petani memilih menggunakan pestisida alami racikan sendiri agar tanaman tetap sehat tanpa bahan kimia berbahaya.

Selain pengendalian hama, pemilihan varietas padi juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan panen di lahan terbatas perkotaan. Sang inovator merekomendasikan varietas padi Mapan karena mampu menghasilkan hingga enam puluh anakan hanya dari satu bibit tanaman.

Daliman menyampaikan keberhasilan metode pertanian portable tersebut lahir dari filosofi hidup Niat, Telaten, Titen, Panen. “ saya memiliki keteguhan dan percaya setiap kendala dalam bertani harus dipelajari secara sabar agar menghasilkan pengalaman sekaligus panen yang memuaskan nantinya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Metode padi galon sangat direkomendasikan diterapkan pada area terbuka yang memiliki paparan sinar matahari cukup sepanjang hari berlangsung. Tanaman seperti padi, cabai, maupun sayuran membutuhkan keseimbangan cahaya matahari dan pasokan air agar pertumbuhannya tetap maksimal serta sehat.

Setelah masa tanam dua hingga tiga bulan, tantangan berikutnya adalah penggilingan padi dalam jumlah kecil yang kurang efisien dilakukan. Karena itu, masyarakat dianjurkan menanam lebih banyak sekaligus tidak takut gagal sebab kegagalan dianggap bagian penting proses belajar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....