Bahas Transmisi Migas, Mahasiswa UGM Raih Juara IPA Convex 2026

  • 30 Mei 2026 21:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas John Oliver Home (Teknik Geologi 2023), Rosita Susanti Lestari Ayu (Teknik Geologi 2024), dan Muhammad Zidan (Geofisika 2023) berhasil meraih predikat 2nd Winner dalam ajang Student Debate Competition IPA Convex 2026 yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE Building, Tangerang, Banten.

Kompetisi yang merupakan bagian dari rangkaian Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendiskusikan berbagai isu strategis di sektor energi nasional. Dalam kompetisi tersebut, tim UGM mengangkat tema mengenai transmisi minyak dan gas bumi (migas) serta tantangan pengelolaan energi di Indonesia.

Prestasi ini menjadi pencapaian yang istimewa karena seluruh anggota tim berasal dari disiplin ilmu teknik dan sains, bukan dari bidang sosial-humaniora yang umumnya lebih dekat dengan kompetisi debat.

John Oliver Home mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi tim adalah menyesuaikan pola pikir teknis dengan kebutuhan argumentasi dalam debat kompetitif. “Kami terbiasa berpikir teknis dan berbasis data di bidang geologi maupun geofisika. Ketika masuk ke kompetisi debat, kami harus belajar bagaimana menyampaikan argumen secara sistematis, persuasif, dan tetap mudah dipahami,” ujarnya, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut John, persiapan dilakukan dengan memperluas pemahaman terhadap isu energi nasional, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga mencakup aspek kebijakan, ekonomi, hingga keberlanjutan.

Rosita Susanti Lestari Ayu menilai kompetisi ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kemampuan komunikasi dalam bidang teknik. “Awalnya kami cukup minder karena banyak peserta lain yang memang memiliki pengalaman debat dan latar belakang sosial-humaniora. Namun kami mencoba memanfaatkan kekuatan kami di analisis teknis dan data untuk memperkuat argumen,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan tim hingga mencapai babak final tidak lepas dari kerja sama yang solid antaranggotanya. “Kami saling melengkapi. Ada yang fokus memperkuat substansi teknis, ada yang memperdalam regulasi dan isu kebijakan energi, sehingga akhirnya bisa membentuk argumentasi yang utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Zidan menyebut kompetisi tersebut menjadi sarana berharga untuk mengasah kemampuan mahasiswa teknik dalam mengkomunikasikan gagasan secara kritis dan efektif. “Di dunia energi, kemampuan teknis saja tidak cukup. Kita juga harus mampu menjelaskan solusi kepada publik, industri, maupun pembuat kebijakan. Kompetisi ini melatih kami untuk berpikir lebih komprehensif,” ucapnya.

Zidan menilai isu transmisi migas sangat relevan karena berkaitan erat dengan ketahanan energi nasional dan pemerataan distribusi energi di berbagai wilayah Indonesia.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UGM dari bidang teknik dan sains tidak hanya unggul dalam penguasaan akademik dan teknologi, tetapi juga mampu bersaing dalam aspek komunikasi, argumentasi, serta pemikiran kritis di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....