Tak Sekadar Halal, Cara Penyembelihan Hewan Menentukan Kualitas Daging Kurban

  • 31 Mei 2026 13:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta— Proses penyembelihan halal tidak hanya menentukan status kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat. Lebih dari itu, metode penyembelihan yang sesuai syariat Islam juga berpengaruh besar terhadap kualitas daging kurban, kebersihan, higienitas, serta keamanan pangan bagi konsumen.

Peran Juru Sembelih Halal (Juleha) Daerah Istimewa Yogyakarta semakin penting dalam menjaga standar penyembelihan hewan konsumsi. Tugas Juleha tidak hanya saat Hari Raya Iduladha, tetapi juga mengawasi proses penyembelihan unggas dan ternak yang dilakukan setiap hari.

Menurut perwakilan Juleha DIY, Nasirin, penyembelihan halal harus dilakukan sesuai syariat Islam dan prosedur yang ketat. Seorang juru sembelih wajib memiliki kompetensi khusus serta memahami teknik penyembelihan yang benar untuk menjaga kesejahteraan hewan dan menghasilkan daging berkualitas.

Nasirin menjelaskan, penggunaan pisau yang sangat tajam menjadi salah satu syarat penting dalam proses penyembelihan halal. Pisau yang tajam memungkinkan pemotongan berlangsung cepat sehingga mengurangi rasa sakit dan stres pada hewan.

"Penyembelihan yang sempurna harus memutus saluran pernapasan, saluran makanan, serta dua pembuluh darah utama hewan secara tepat," ucapnya.

Selain teknik penyembelihan, kondisi hewan sebelum disembelih juga sangat menentukan kualitas daging. Hewan yang mengalami stres berlebihan berisiko menghasilkan daging dengan kualitas yang lebih rendah karena proses pengeluaran darah tidak berlangsung secara optimal.

Nasirin menegaskan bahwa stres pada hewan sebelum penyembelihan dapat berdampak langsung terhadap mutu daging yang dihasilkan.

"Jika hewan mengalami stres sebelum disembelih, darah berpotensi tidak keluar secara sempurna sehingga kualitas daging menurun," ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan mengasah pisau di depan hewan sebaiknya dihindari karena dapat memicu ketakutan dan meningkatkan tingkat stres pada hewan yang akan disembelih.

Untuk mengurangi stres pada hewan, Juleha DIY menerapkan metode ihsan dalam proses penyembelihan. Salah satunya dengan menutup area penyembelihan menggunakan pembatas agar hewan tidak melihat proses penyembelihan hewan lainnya.

Selain itu, petugas juga memastikan hewan telah benar-benar mati sebelum dilakukan proses pengulitan atau pemotongan kepala. Langkah ini bertujuan menjaga kesejahteraan hewan sekaligus memenuhi standar penyembelihan halal yang benar.

Tidak hanya memperhatikan kesejahteraan hewan, Juleha DIY juga menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi petugas penyembelihan. Para juru sembelih diwajibkan menggunakan sarung tangan antigores dan sepatu keselamatan untuk mengurangi risiko kecelakaan saat bekerja.

Melalui edukasi dan pelatihan berkelanjutan bersama takmir masjid, Juleha DIY berharap standar penyembelihan halal yang baik dapat diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.(Gilang KR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....