Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 71,9 Persen, Target selesai 20 Juni 202
- 30 Mei 2026 14:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Pembangunan Sekolah rakyat di Lendah Kulon Progo, terus dipacu. Harapannya pengerjaan agar proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan, yakni pada 20 Juni 2026. Adapun progres pembangunan Sekolah Rakyat tersebut kini telah mencapai 71,9 persen.
Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, Sri Wahyudi, ST, menjelaskan, struktur utama bangunan saat ini hampir sepenuhnya selesai. Pihaknya kini tengah memfokuskan pengerjaan pada detail arsitektur dan fasilitas pendukung lainnya.
"Hingga Jum'at, kita sudah mencapai di 71,9 persen dengan progres struktur bawah sudah 100 persen dan struktur atas atap sudah 95 persen. Selebihnya, kita mengebut di bagian arsitektural, MEP (Mechanical Electrical Plumbing), serta landscape," ujarnya, Jumat 29 Mei 2026.
Terkait batas waktu yang semakin dekat, pria yang akrab disapa Yudi ini, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan program prioritas presiden ini. Untuk mengejar target tersebut, manajemen memberlakukan sistem kerja nonstop hampir 24 jam dengan membagi pekerja ke dalam tiga giliran kerja (shift), khususnya untuk bagian arsitektur dan MEP.
"Kita akan usahakan sesuai target karena memang ini sudah menjadi program prioritas presiden. Kita kebut mulai dari penambahan tenaga kerja, hingga sistem shift yang kita buat menjadi 3 shift. Jadi hampir 24 jam kita kerja untuk mengejar target 20 Juni. Kita optimis sesuai target," ujarnya.
Untuk mendukung percepatan ini, jumlah tenaga kerja di lapangan terus ditingkatkan. Per Jum'at kemarin, tercatat sebanyak 1.206 pekerja di luar manajemen telah bekerja, melonjak dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 900-an pekerja.
Setelah Lebaran, ujar Yudi, ada penambahan lebih dari 200 orang secara bertahap, dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah sesuai kebutuhan lapangan.
Yudi menuturkan, pihaknya juga memberdayakan potensi daerah dengan menyerap tenaga kerja lokal. Sebanyak 222 pekerja merupakan warga asli Kulon Progo, sementara sisanya didatangkan dari luar wilayah untuk memenuhi kebutuhan kompetensi khusus.
Meski sempat menghadapi kendala berupa ketatnya persaingan pemenuhan tenaga kerja akibat banyaknya proyek yang berjalan serentak, Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY optimis mampu menyelesaikan fasilitas pendidikan ini tepat waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....