Spirit Kurban untuk Pembangunan Ekonomi Bangsa

  • 29 Mei 2026 21:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Salah satu wujud mensyukuri pemberian Allah adalah berkurban. Seperti firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 34 dan 35. Arti dari surat tersebut adalah Dan bagi setiap umat telah kami syariatkan penyembelihan kurban agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka. berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa. Karena itu berserah dirilah kamu kepadaNya dan sampaikanlah kabar gembira kepada Al-Muhbitin. yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar.

“Berkurban merupakan sebuah ibadah. Tujuan utamanya adalah agar umat Islam berserah diri kepada Allah.” ucap Ustad Muhammad Bekti Hendrianto dari dalam Mutiara Pagi Pro 1 Kamis, 28 Mei 2026. Allah memberikan satu kabar gembira kepada orang-orang yang berkurban yang disebut Al-Muhbitun Wa Basyir Al-Muhbitin. Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hatinya.

Allah menyukai orang yang menafkahkan rezeki mereka. Di dalam Alquran berkurban erat kaitannya dengan pelajaran tauhid. Umat muslim mengorbankan apa-apa yang dimiliki dan disenangi.

Merujuk pada zaman Nabi Ibrahim alaihi salam, beliau mengorbankan putranya, Ismail. Hal ini merupakan satu puncak pelajaran tauhid.

Ibadah kurban membawa banyak pelajaran. Salah satunya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kedua adalah menjadi orang yang sabar ketika mendapatkan musibah. Ketiga adalah menjadi orang yang senantiasa menegakkan sholat. Keempat adalah menjadi orang yang senantiasa bersedekah untuk sesama.

Keempat sifat ini sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa dan negara. Dalam pembangunan negara membutuhkan kesabaran. Bersabar untuk tidak korupsi dan berbuat menyimpang yang merugikan negara. Sedangkan sholat merupakan benteng seorang muslim agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

Dalam hal sedekah tentunya memiliki korelasi langsung dalam pembangunan ekonomi. Sedekah berarti memberikan sebagian dari harta untuk sesuatu yang diperintahkan Allah. “Ketka situasi negara sedang tertekan, sedekah bisa menjadi kekuatan.” ucap Ustad Hendrianto mengakhiri tausiyahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....