FKH UGM Terjunkan Relawan ke Pelosok DIY, Pastikan Daging Kurban Aman Dikonsumsi
- 28 Mei 2026 15:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kualitas dan keamanan daging kurban kerap kali masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian masyarakat, di mana kelayakan organ dalam hewan sering memunculkan tanda tanya besar. Namun, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada hadir untuk mematahkan keraguan tersebut melalui penerjunan relawan pemeriksa kesehatan hewan yang proaktif dan terintegrasi di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pantauan pelaksanaan kurban pada Rabu, 27 Mei 2026, Guru Besar Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) FKH UGM, Prof. Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P., mengungkapkan bahwa misi utama dari tim ini adalah memastikan hak dasar setiap masyarakat untuk mengonsumsi daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) tanpa terbentur kekhawatiran akan penyakit hewan.
Diterjunkan secara merata di empat kabupaten dan satu kota di DIY hingga menjangkau kawasan Gunungkidul, tim relawan ini tidak sekadar datang memantau kelancaran penyembelihan. Bagi FKH UGM, indikator keberhasilan pemeriksaan bukanlah seberapa cepat proses pemotongan selesai, melainkan seberapa presisi deteksi kelayakan organ hewan tersebut dipastikan secara medis.
"Sampai hari ini, terpantau tidak ada kondisi hewan ataupun daging yang perlu dikhawatirkan. Target kami adalah bagaimana masyarakat tidak was-was lagi saat mengolah daging," ujar Prof. Widagdo terkait hasil pantauan menyeluruh di lapangan.
Untuk memastikan setiap hewan kurban aman konsumsi, tim yang terdiri dari dosen, dokter hewan, dan mahasiswa ini melakukan pemeriksaan postmortem (pasca-penyembelihan) secara menyeluruh. Pihak relawan berfokus memeriksa kelayakan daging serta membedah organ dalam seperti hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal, hingga bagian kepala hewan.
Sentuhan pengabdian ini salah satunya terlihat di Perumahan Griya Purwa Asri. Dr. drh. Doddi Yudhabuntara, seorang dosen purnatugas dari Departemen Kesmavet FKH UGM, memilih untuk tidak tinggal diam dan turun langsung di lingkungan tempat tinggalnya tersebut. Beliau meluangkan waktu untuk mendampingi para mahasiswa yang sedang bertugas melakukan pemeriksaan kurban di kampungnya, memastikan transfer ilmu dan ketelitian penanganan tetap terjaga di lapangan.

Terkait beberapa temuan penyakit hewan, Prof. Widagdo menekankan bahwa hal tersebut tidak harus selalu direspons dengan kepanikan. Sering kali, ketakutan masyarakat muncul karena kurangnya pemahaman terkait penanganan bagian yang terinfeksi cacing.
"Seperti pada pelaksanaan kurban Iduladha tahun-tahun sebelumnya, beberapa hewan ditemukan cacing hati pada sapi, kambing, atau domba kurban. Langkah konkretnya, bagian yang tidak layak konsumsi tersebut sudah langsung diafkir (dipisahkan dan dibuang) oleh petugas pemeriksa. Jadi, hal ini sama sekali tidak membahayakan bagi masyarakat," kata Prof. Widagdo.
Melalui pengawasan yang masif ini, FKH UGM berharap jalannya ibadah tahunan ini dapat memberikan ketenangan batin yang seutuhnya bagi warga, baik dari segi syariat maupun kesehatan.
"Harapannya, dengan adanya pemeriksaan hewan dan daging kurban ini, masyarakat dapat dengan tenang menjalankan prosesi penyembelihan hewan kurban dan mengonsumsi daging kurban tersebut," Kata Prof. Widagdo
Keberlanjutan program pengawasan hewan kurban ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari akademisi kampus, dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY, hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang D.I. Yogyakarta. Dengan semangat kolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan dan kesehatan, ekosistem pelaksanaan ibadah kurban di Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat terus berkembang menjadi ruang yang aman dan memberikan ketenangan bagi semua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....