Dua Dekade Pasca Gempa 2006, Pemkab Bantul Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
- 27 Mei 2026 19:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Dua dekade silam, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa hebat berkekuatan Magnitudo 6,3 M. Bencana itu meninggalkan duka mendalam terutama bagi warga Kabupaten Bantul yang harus kehilangan 5.782 anggota keluarganya.
Tragedi memilukan tersebut menjadi pembelajaran penting mengenai ketangguhan dalam menghadapi bencana alam. Hal ini lah yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mendorong kesiapsiagaan warganya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, letak geografis Bantul membuatnya menjadi daerah rawan potensi bencana. Sehingga, sistem mitigasi kebencanaan yang baik menjadi kunci utama dalam mengurangi dampaknya.
“Kita tidak mungkin mengurangi potensi bencana, yang bisa kita kurangi adalah resikonya. Bagaimana cara mengurangi resiko dari bencana? Dengan kewaspadaan, dengan kesiapsiagaan, dan tentunya dengan merancang sistem mitigasi,” ucapnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Salah satu unsur yang termasuk dalam sistem mitigasi tersebut adalah memperkuat jejaring dengan masyarakat. Tujuannya, agar langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan saat terjadi bencana dapat diberikan kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah dalam hal ini BPBD, telah membentuk jejaring salah satunya yaitu Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Kita tidak bisa mencegah bencana alam, tapi bisa mengurangi risikonya. Caranya dengan edukasi terkait langkah-langkah mitigasi,” ujarnya.
Selain edukasi kepada warga, berbagai alat dan kelengkapan kebencanaan juga harus dimiliki setiap daerah. Hal ini tak luput dari perhatian Pemkab Bantul yang terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana pendukungnya.
“Misalnya early warning system (EWS) di pantai dan sensor getaran seismik yang dimiliki oleh BPBD, ini terus kami lengkapi,” katanya.
Menutup keterangannya, Bupati berharap agar warga Bumi Projotamansari lebih siap dalam menghadapi bencana. Dengan pengalaman melewati insiden kelam 27 Mei 2006 lalu, masyarakat Bantul sejatinya memiliki ketangguhan dan kesiapsiagaan yang lebih tinggi.
“Kita punya pengalaman itu. Mestinya Bantul lebih tangguh dan siaga, karena Bantul adalah daerah yang mengalami sebuah bencana yang sangat besar di tahun 2006,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....