Universitas Diminta Kelola SPPG, ini Respon UAD

  • 26 Mei 2026 19:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Brian Yuliarto secara eksplisit meminta kampus terlibat aktif mengelola dapur SPPG. Sebab, program tersebut sangat terkait proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) di perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Profesor Muchlas menegaskan, pihaknya tetap akan fokus pada Tridharma Perguruan Tinggi. Yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta melakukan pengabdian kepada Masyarakat.

”Tridarma merupakan bagian penting dari perguruan tinggi,” katanya, Selasa, 26 Mei 2026. ”Di satu sisi, kami memang punya perhatian lebih pada gizi dan kesehatan Masyarakat, namun bentuknya penelitian dan pengabdian para dosen dan mahasiswa.”

Terkait penelitian dan pengabdian tentang gizi, kesehatan, dan inovasi makanan, selama ini banyak diinisiasi Prodi Teknologi Pangan, Prodi Gizi, dan Prodi Bisnis Jasa Makanan. Hasil dari penelitian diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, sosialisasi, sampai ke program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

”Salah satu yang mendapat perhatian lebih adalah olahan makanan berbahan pangan lokal,” ucapnya. ”Terutama untuk pencegahan stunting di Gunungkidul dan Kulon Progo.”

Selain itu, UAD melalui Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC) juga aktif melakukan pendampingan kepada UMKM. Tujuannya untuk memudahkan mereka memperoleh sertifikat Halal.

Perlu diketahui ADHC menerima penghargaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, atas capaiannya sebagai Best Halal Inovation on Academic Achievement. UAD menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan ini.

”Penghargaan itu diterima dalam acara Indonesia Halal Industri Award (IHYA) 2024,” katanya. ”Dengan demikian, peran UAD tetap linier dengan tridarma perguruan tinggi.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....