Madrasah Lansia Jadi Ruang Belajar dan Bahagia di Usia Senja
- 26 Mei 2026 20:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman — Semangat belajar ternyata tidak mengenal usia. Hal itu tampak dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Madrasah Lansia Husnul Khotimah Bina Aswaja PAC Muslimat NU Kapanewon Ngaglik masa khidmat 2026–2031 yang digelar di PKBM Bina Karya Hikmah Assalam, Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Ahad 10 Mei 2026.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan menjadi gambaran bahwa para lanjut usia tetap memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan menjaga semangat hidup melalui pendidikan keagamaan dan kegiatan sosial. Acara dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintah, di antaranya Panewu Ngaglik Edy, Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman Ahmad Fauzi. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat dari Kementerian Agama kepada pengurus madrasah lansia.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Sholawat Badar, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muslimat NU, serta Mars Lansia. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dilanjutkan dengan pembekalan pengurus baru. Panewu Ngaglik Edy menyampaikan bahwa madrasah lansia menjadi sarana penting bagi masyarakat lanjut usia untuk tetap aktif secara sosial maupun spiritual. Menurutnya, kegiatan seperti ini membantu lansia menjaga semangat hidup dan memperluas silaturahmi.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi hadirnya sekolah lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat usia lanjut. Ia menilai para lansia tetap perlu mendapat ruang untuk belajar dan berkembang. Keberadaan madrasah lansia juga menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia senja. Justru di masa tersebut, banyak orang membutuhkan lingkungan positif untuk menjaga kesehatan mental, spiritual, dan sosial.
| Baca juga: Stand Up UMY, Ruang Mahasiswa Berekspresi |

Tips Menjalani Masa Lansia agar Tetap Produktif dan Bahagia
Keaktifan para peserta madrasah lansia menjadi contoh bahwa usia lanjut tetap bisa dijalani dengan sehat dan bermakna. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar masa lansia tetap produktif dan bahagia:
1. Tetap Aktif Belajar
Mengikuti pengajian, sekolah lansia, atau kegiatan komunitas dapat membantu menjaga daya pikir dan semangat hidup. Belajar hal baru juga membuat lansia merasa tetap dihargai dan memiliki tujuan.
2. Menjaga Silaturahmi
Berinteraksi dengan teman sebaya maupun keluarga penting untuk menjaga kesehatan emosional. Kegiatan bersama dapat mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kebahagiaan.
3. Memperkuat Ibadah dan Spiritual
Kegiatan keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, dzikir, dan kajian rutin dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi sarana memperdalam ilmu agama.
4. Menjaga Kesehatan Fisik
Lansia dianjurkan tetap melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi, senam, atau berkebun agar tubuh tetap bugar dan sehat.
5. Tetap Memiliki Aktivitas Positif
Mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat membantu lansia tetap percaya diri dan merasa memiliki peran dalam lingkungan sekitar.
Melalui keberadaan Madrasah Lansia Husnul Khotimah Bina Aswaja, masyarakat diajak melihat bahwa usia lanjut bukan akhir dari aktivitas, melainkan fase untuk tetap bertumbuh, berbagi pengalaman, dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. (Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....