Menjelang Iduladha, Harga Bahan Pokok di Sleman Stabil
- 26 Mei 2026 07:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman terpantau stabil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar rakyat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin di delapan pasar rakyat. Diantaranya adalah Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, dan Pasar Cebongan.
“Berdasarkan data pantauan kami, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu keempat Mei dibandingkan minggu sebelumnya cukup terjaga. Mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu, dan daging sapi masih stabil,” kata Mae, Senin, 25 Mei 2026.
Meski terpantau stabil, tapi ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting yang naik 19,58 persen. Selain itu, harga Minyakita naik 5,17 persen, bawang merah 2,41 persen, cabai rawit merah 1,5 persen, dan cabai merah besar 0,85 persen. Sementara itu, sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga. Di antaranya bawang putih honan turun 1,97 persen, daging ayam ras turun 0,61 persen, serta telur ayam ras turun 0,21 persen menjadi Rp25.375 per kilogram.
Mae memastikan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, hingga pelaku logistik guna menjaga kelancaran distribusi bahan pokok di pasaran. Mae menambahkan, pengawasan juga difokuskan pada ketersediaan dan harga Minyakita di pasar tradisional agar tetap sesuai ketentuan dan mudah diakses masyarakat menjelang Idul Adha.
“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi melalui operasi pasar. Langkah ini untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....