Sultan Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial

  • 23 Mei 2026 20:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan pentingnya literasi keuangan yang berakar pada nilai budaya dan pengendalian diri di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Hal itu disampaikan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta yang digelar selama dua hari sejak Jumat, 22 Mei 2026 di Jogja Expo Center. Menurut Sri Sultan, tantangan saat ini bukan sekadar memperluas akses keuangan, tetapi memastikan akses tersebut benar-benar mampu memberdayakan masyarakat dan tidak menjerumuskan pada perilaku konsumtif.

“Pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah akses itu membuat manusia semakin berdaya atau justru semakin mudah diarahkan oleh hasrat konsumsi, algoritma dan utang yang datang dengan wajah kemudahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, falsafah Jawa gemi nastiti ngati-ati menjadi fondasi perilaku ekonomi yang menekankan kehati-hatian, keberlanjutan, dan pengendalian diri. Nilai tersebut dinilai relevan di tengah maraknya konsumsi impulsif serta kemudahan akses pinjaman digital dan layanan beli sekarang bayar nanti.

Lebih lanjut, Sri Sultan menuturkan, kebijakan keuangan di DIY tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses ekonomi, tetapi juga membangun budaya pemberdayaan dengan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

Upaya itu dilakukan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, reformasi kalurahan, penguatan ekosistem pembiayaan yang melawan rentenir dan pinjaman online predator, sekolah berbudaya menabung dan berwirausaha, hingga penguatan Sibakul Jogja yang terhubung dengan instrumen pembiayaan formal.

“Kami berupaya memastikan bahwa inklusi keuangan benar-benar mengakar dalam kehidupan masyarakat. Yang kami bangun bukan hanya transaksi, melainkan ekosistem pemberdayaan. Bukan hanya pasar, melainkan daya hidup warga,” katanya.

Ia berharap generasi muda Yogyakarta tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga bermartabat dalam setiap keputusan ekonomi yang diambil. Menurutnya, literasi finansial harus menjadi budaya baru Indonesia dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Sri Sultan juga mengajak seluruh pihak menjadikan literasi keuangan sebagai arus utama, tidak hanya di ruang akademik dan kebijakan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. “Yang kita bangun bukan sekadar program periodik, tetapi fondasi budaya baru Indonesia yang cerdas dalam mengelola sumber daya dan keuangan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....