Ibadah Kurban Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial Umat

  • 23 Mei 2026 05:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID0, Yogyakarta - Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan ternak saat Idul Adha. Lebih dari itu, kurban merupakan manifestasi ketakwaan kepada Allah SWT yang memiliki dimensi spiritual mendalam sekaligus dampak sosial nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ja’far Arifin dalam program Siraman Rohani Islam RRI Yogyakarta.

Menurutnya, ibadah kurban mengintegrasikan dua hubungan penting dalam ajaran Islam, yaitu hubungan vertikal kepada Sang Pencipta (hablum minallah) dan hubungan horizontal antarsesama manusia (hablum minannas). Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Makna Simbolis Penyembelihan Hewan Kurban

Ustaz Ja’far menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban memiliki makna simbolis yang penting sebagai refleksi diri. Prosesi tersebut melambangkan tekad manusia untuk “menyembelih” sifat-sifat buruk dalam diri, seperti egois, serakah, mementingkan diri sendiri, dan kurang peduli terhadap sesama.

Momentum Idul Adha diharapkan mampu mendorong umat Islam agar tidak hanya meningkatkan ketakwaan secara personal, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian sosial melalui budaya berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebab, ibadah kurban memberikan dampak besar terhadap tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Empat Hikmah Utama Ibadah Kurban

  1. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial

Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak merasakan keprihatinan saudara-saudara yang kurang mampu. Pembagian daging kurban memberikan kebahagiaan bagi keluarga yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Menghapus Sekat Sosial

Pada Hari Raya Idul Adha, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Semua lapisan masyarakat dapat menikmati makanan yang sama, halal, lezat, dan bergizi. Kondisi ini dinilai mampu mempererat tali persaudaraan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persatuan dan kerukunan umat.

  1. Melatih Sifat Dermawan

Manusia pada dasarnya mencintai harta benda. Melalui kurban, umat Islam dilatih untuk tidak bersikap kikir atau bakhil. Ibadah ini juga menjadi pengingat bahwa sebagian rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain yang harus dibagikan.

  1. Menggerakkan Ekonomi Umat

Ibadah kurban turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para peternak hewan di pedesaan. Selama musim kurban, perputaran ekonomi rakyat meningkat dan membantu pemberdayaan ekonomi umat secara nyata.

Di akhir pemaparannya, Ustaz Ja’far mengatakan bahwa ibadah kurban juga menjadi madrasah kesabaran bagi umat Muslim. Kesabaran tersebut tercermin dalam keikhlasan mengorbankan sebagian harta yang dicintai, serta kesungguhan menjalankan perintah Allah SWT.

Melalui momentum Idul Adha, umat Islam juga diajak untuk saling mendoakan agar senantiasa diberikan keistiqamahan, kelapangan rezeki, dan kemampuan untuk terus menunaikan ibadah kurban di tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....