Daging Kurban yang Terpapar Cacing Hati Aman Dikonsumsi
- 22 Mei 2026 13:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Lina Nur Islamiyyah Yunus memastikan hewan kurban yang mengandung cacing hati tetap aman dikonsumsi masyarakat. Syaratnya, daging harus diolah dan dimasak hingga matang sempurna. Dia mengatakan keberadaan cacing hati ringan pada organ hewan kurban tidak selalu membuat seluruh bagian hewan harus dibuang. Organ seperti hati maupun jeroan lainnya masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan benar menggunakan suhu tinggi hingga matang sempurna.
“Bila itu dididihkan pada suhu 100 derajat celsius selama sekitar 10 menit biasanya itu (cacing hati) juga mati. Jadi misalnya kita khawatir ini sehat atau tidak, yang penting dimasak betul dengan air mendidih,” kata Lina, Kamis, 21 Mei 2026.
Lina menambahkan masyarakat juga diminta tetap menjaga kebersihan tangan dan lingkungan guna mencegah penularan penyakit. Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani daging kurban menggunakan sabun dan air mengalir. Kebersihan lingkungan serta peralatan memasak juga perlu diperhatikan karena penularan cacing pita dapat berasal dari telur cacing yang menempel pada benda kotor.
“Kalau kebersihan tangan dan lingkungan kurang baik, penularan juga bisa terjadi tanpa harus mengonsumsi daging kurban,” ujar Lina.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan dalam dua tahun terakhir, probabilitas kemunculan cacing hati pada sapi di Sleman mencapai sekitar 7,23 hingga 7,99 persen. Dari sekitar 9.000 ekor sapi yang disembelih, setidaknya ada 900 ekor yang terpapar cacing hati. Sedangkan, kasus cacing hati pada kambing dan domba tergolong rendah. Pada domba, angka kasus berkisar 0,15 hingga 0,39 persen. Sedangkan pada kambing tercatat 0,43 persen pada 2024 dan menurun menjadi 0,40 persen pada 2025.
Rofiq menyebut apabila ditemukan cacing hati, masyarakat cukup membuang bagian hati yang terinfeksi. Bagian daging lainnya tetap dapat dikonsumsi dengan aman.
“Pengawasan hewan kurban terus dilakukan dengan melibatkan penyuluh pertanian di tingkat kalurahan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....