Sampah Menumpuk di Bendungan Winongo, Aliran Irigasi Sawah Sempat Tersendat
- 20 Mei 2026 17:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Tumpukan sampah berupa ranting kayu, bambu, dan plastik menutup sebagian aliran sungai di Bendungan Winongo, Titronirmolo, Kasihan, Bantul. Kondisi tersebut sempat membuat pasokan air ke saluran irigasi sawah warga tersendar.
Petugas Operasional Harian UPTD Winongo DPUPKP Bantul, Yuni Purwaka menyatakan, tumpukan sampah hampir dipastikan selalu terjadi apabila terjadi hujan di hulu Sungai Winongo. Menurutnya, sampah tersebut merupakan kiriman dari daerah yang ada di sebelah utara Kabupaten Bantul.
“Sampah ini asalnya dari hulu sungai, yaitu dari Sleman dan Kota Yogyakarta. Setiap hujan pasti banyak sampah. Apalagi hujan pertama setelah musim kemarau,” ucapnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Dengan banyaknya sampah tersebut, membuat petugas berjibaku membersihkannya. Sebab, tumpukan sampah kali ini dinilai lebih banyak dari biasanya.
“Panjangnya sekitar 30 meter, lebar lima meter, dan tingginga mencapai tiga meter. Tinggal dikalikan saja itu berapa kubik,” ujarnya.
Yuni pun mengaku proses pembersihan cukup menyita waktu karena keterbatasan personel. Selain itu, petugas juga harus bekerja ekstra karena sampah yang menumpuk didominasi oleh ranting bambu yang sulit untuk dibersihkan.
“Personilnya kan sedikit, kalau mau dianikkan semua pasti lama. Yang susah itu pucukan bambu itu, sampahnya jadi tersangkut di situ semua,” katanya.
Meski begitu, ia menilai jika tumpukan sampah tersebut tidak terlalu membahayakan struktur bendungan. Namun, hal itu membuat pemandangan menjadi kumuh serta berdampak langsung bagu distribusi aliran air ke sawah warga.
“Tentu mengganggu pandangan saat melintas. Lalu air yang di sini kan mengalir ke Daerah Irigasi (DI) Merdiko. Kalau banyak sampah jadinya terhambat aliran airnya,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....