Teguh di Jalan Lurus saat Dunia Tak Lagi Mulus

  • 18 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Istiqomah atau keteguhan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan. Arus informasi, tekanan ekonomi, hingga pergeseran nilai moral membuat banyak orang merasa berat untuk tetap teguh di jalan kebenaran.

Secara bahasa, istiqomah berarti tegak lurus. Namun dalam praktik kehidupan sehari-hari, menjaga konsistensi dalam keimanan dan ketaatan bukanlah hal mudah. Berbagai persoalan hidup yang datang silih berganti sering kali menggoyahkan prinsip seseorang.

Masyarakat saat ini juga dihadapkan pada derasnya informasi dari media sosial yang memperlihatkan berbagai persoalan sosial, ketidakadilan, hingga perubahan nilai moral di lingkungan sekitar.

Ruslani saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Programa 1 RRI Yogyakarta, Rabu (13/5/2026), mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi ujian bagi setiap muslim agar tetap istiqomah di jalan Allah SWT.

Menurutnya, umat Islam harus tetap berpegang teguh pada ajaran agama meskipun situasi dunia sedang tidak baik-baik saja.

“Ini menjadi tantangan untuk semua orang, bagaimana harus tetap tegak lurus di jalan Allah SWT,” ujarnya.

Ruslani juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Hud ayat 112 yang artinya:

“Maka tetaplah engkau di jalan yang benar sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) diperintahkan. Begitu pula orang yang telah bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Menurutnya, saat ini ada sebagian orang yang rela menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan duniawi. Padahal manusia diperintahkan untuk tetap patuh terhadap aturan Allah SWT. Hal tersebut menjadi ujian nyata dari sebuah keteguhan iman.

Ia juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang masa penuh fitnah, ketika orang jujur justru disingkirkan dan kejujuran menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan.

“Menjalankan kejujuran di tengah ketidakjujuran terasa sangat melelahkan dan menyakitkan,” katanya.

Ruslani mencontohkan, tidak sedikit orang yang berusaha mengungkap suatu kasus justru berakhir menjadi tersangka bahkan korban. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan kebenaran membutuhkan keberanian dan pengorbanan besar.

Lebih lanjut ia menegaskan, seseorang yang berusaha mempertahankan iman, ketaatan, dan syariat di tengah berbagai persoalan kehidupan pasti akan menghadapi kesulitan.

Meski demikian, umat Islam diminta tetap istiqomah dalam menjaga agama dan prinsip hidupnya. Sebab hanya kepada Allah SWT tempat bergantung dan memohon pertolongan.

Di tengah dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian, ketenangan hati dan keteguhan iman hanya dimiliki oleh mereka yang mampu istiqomah serta tidak menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....