Kompak, Komunitas Pendengar PRO 4 RRI Jogja Rutin Gelar Jumpa Darat
- 17 Mei 2026 15:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Udara boleh memisahkan jarak, namun darat menyatukan rasa. Prinsip inilah yang terus dipegang teguh oleh Paguyuban Monitor Pro 4 RRI Jogja (PAMOR PRAJA). Guna menjaga tali silaturahmi tetap erat, komunitas setia pendengar RRI Yogyakarta ini rutin menggelar pertemuan tatap muka setiap empat bulan sekali.
Uniknya, sistem pertemuan dilakukan secara bergilir atau nggundhuh, di mana salah satu pendengar secara sukarela bersedia menjadi tuan rumah. Pada pertemuan kali ini, kebersamaan tersebut berlangsung hangat di kediaman Wahyu, seorang pendengar yang beralamat di Nggulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Pertemuan ini menjadi magnet bagi para "Monitor"sebutan akrab para pendengar yang datang dari berbagai penjuru daerah. Tidak hanya dari wilayah DIY seperti Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta, tetapi juga melintasi batas provinsi hingga Klaten, Magelang, dan Purworejo.

Ketua Paguyuban Pamor Praja, Murjana, menyampaikan bahwa agenda rutin ini menjadi momen penting untuk saling sapa aruh (menyapa dan menanyakan kabar) secara langsung. "Kami sering bertemu dan bercanda di udara, namun berjumpa langsung di darat dalam keadaan sehat dan bahagia membawa kebahagiaan tersendiri. Mendengarkan RRI Yogyakarta, khususnya Pro 4, sangat menyenangkan bagi kami. Program hiburan dan pelestarian budayanya membuat kami selalu bahagia dan bersemangat," ujar Murjana.
Rasa bahagia serupa juga diungkapkan oleh sang tuan rumah, Wahyu. Ia mengaku sangat bersyukur rumahnya bisa ramai dikunjungi oleh sesama pencinta RRI. "Sangat senang bisa kedatangan banyak pendengar Pro 4 RRI ke rumah saya. Ini benar-benar memupuk rasa persaudaraan. Bagi kami, silaturahmi seperti ini membawa banyak sekali manfaat," ujarnya.
Pertemuan Pamor Praja bukan sekadar ajang mengobrol biasa, melainkan juga wadah untuk mengaktualisasikan hobi dan melestarikan budaya lokal, persis seperti program-program yang kerap mereka dengarkan di Pro 4 RRI Yogyakarta. Minggu ini 17 Mei 2026 adalah momentum ulang tahun Pamor Praja ke 2 tahun. Menurut Murjana, Paguyuban monitor itu dulu-dulunya ada, tapi memang baru aktif ya dua tahun ini.

Suasana semakin gayeng ketika Marto Saronto, pendengar asal Bantul, mulai membawakan panembrama atau nembang macapat. Baginya, pertemuan ini menjadi panggung apresiasi seni yang nyata. "Karena di Pro 4 ada acara macapat, nah di pertemuan ini saya juga bisa menulis karya sendiri dan langsung saya bacakan di depan teman-teman," kata Marto bangga.
Tak ketinggalan, keseruan berganti menjadi penuh tawa dan kegembiraan saat sesi menyanyi bersama. Rimbang, pendengar asal Magelang yang gemar menyanyi campursari, langsung unjuk gigi memanfaatkan momen ini untuk mencairkan suasana.
"Saya biasa menyanyi campursari. Kalau di Pro 4 kan ada acara 'Wani Nyanyi'. Jadi di sini kami berkumpul sambil gembira, bisa nyanyi bareng sebagai ungkapan kebahagiaan karena bisa berjumpa langsung dengan teman-teman pendengar Pro 4," kata Rimbang diselingi senyum lebar.
Melalui pertemuan berkala ini, Pamor Praja membuktikan bahwa radio bukan sekadar media informasi dan hiburan satu arah, melainkan sebuah jembatan kemanusiaan yang mampu merekatkan persaudaraan lintas daerah tanpa sekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....