Kukuhkan Pengurus Baru, KOSTI Kembali Gaungkan Pekan Raya Onthel
- 16 Mei 2026 14:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mengukuhkan pengurus baru periode 2025-2029. Ketua KOSTI Periode 2025-2029 Purnomo menjelaskan, anggota KOSTI tersebar di 20 provinsi dan 200-an kabupaten kota se-Indonesia. Hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan anggota yang diperkirakan mencapai 40.000 orang.
“Satu komunitas 50 orang di 200 kota kabupaten. Kadang-kadang satu kabupaten bisa ada sekitar di atas 10 komunitas,” ujar Purnomo saat ditemui di Benteng Vredeburg, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pengukuhan pengurus baru ini digelar sekaligus dengan pelaksanaan rapat kerja nasional (rakernas) KOSTI. Purnomo mengatakan ada sejumlah pembahasan pada rakernas kali ini. Salah satunya tentang gelaran Pekan Raya Onthel yang akan kembali digaungkan. Purnomo menjelaskan, event ini digelar selama tiga hari. Selain sebagai ajang silaturami antar anggota komunitas, Pekan Raya Onthel ini turut serta menghidupkan UMKM sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya.
“Sebagai gongnya adalah onthel keliling kota. Uniknya di KOSTI ini kalau kita acara ngonthel pakai pakaian adat masing-masing. Termasuk kalau kita di Fornas (festival olahraga masyarakat Nasional) ya, ada event yang namanya pawai dengan menampilkan pakaian adat masing-masing,” kata Purnomo.
Tak hanya di tingkat regional, event KOSTI juga digelar hingga tingkat nasional dan internasional. Terdekat, pihaknya akan mengikuti Kongres Internasional Veteran Cycling Associaton (IVCA) yang akan dihadiri perwakilan dari berbagai negara.
“Di bulan Oktober kita juga ada acara Asia Pasifik di Sidoarjo. Jadi kita memang sering gelar acara internasional dan juga kita sering juga diundang. Kebetulan bulan Juni ada acara di Johor. Kita diundang juga dan beberapa perwakilan kita sekitar di atas 20 orang berangkat di di Johor,” ucap Purnomo.
Sementara, Koordinator Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Risqi Amrulloh menyebut keberadaan KOSTI ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan sekaligus menggerakkan sektor pariwisata. Ini diwujudkan dengan penggunaan atribut kebudayaan pada setiap event KOSTI. Di sisi lain, aktivitas ngonthel keliling kota yang kerap digelar oleh KOSTI bisa turut serta memperkenalkan destinasi wisata yang ada di setiap daerah.
“Seperti acara hari ini di Yogyakarta nanti tanpa disadari kan budaya Yogyakarta akan disampaikan. Kita keliling benteng, museum, dan sebagainya. Ini kan salah satu kegiatan budaya yang secara tidak langsung ikut dilestarikan,” kata Risqi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....